Beranda » Ekonomi Bisnis » Program Pemberdayaan Perempuan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kemandirian Sosial

Program Pemberdayaan Perempuan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kemandirian Sosial

Pemberdayaan perempuan terus menjadi fokus penting dalam berbagai program pembangunan berkelanjutan. Salah satu perusahaan yang aktif menggelar inisiatif pemberdayaan perempuan adalah Pertamina Patra Niaga. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ini telah menjangkau ratusan perempuan di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya jelas: memberikan ruang agar perempuan bisa tumbuh secara ekonomi dan sosial.

Momen Hari Perempuan Internasional menjadi ajang penting untuk mengingatkan kembali peran besar perempuan dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri. Dalam pelaksanaannya, TJSL Pertamina Patra Niaga tidak hanya berhenti pada kegiatan sesaat. Program yang dirancang berkelanjutan ini memberikan dampak langsung pada keluarga dan komunitas.

Puanmakari, Program Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Di Sulawesi, salah satu program unggulan yang digelar adalah Puanmakari. Inisiatif ini lahir dari kepedulian terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Namun, seiring waktu, program ini berkembang menjadi wadah pemberdayaan perempuan dan anak yang berkelanjutan.

1. Awal Mula Program Puanmakari

Puanmakari dimulai sebagai shelter atau tempat perlindungan bagi perempuan korban KDRT. Dari situ, program ini terus berkembang menjadi ruang belajar dan pelatihan keterampilan. Tujuannya tidak hanya menyelamatkan, tapi juga memberdayakan agar perempuan bisa mandiri.

2. Capaian dan Dampak Program

Hingga kini, 103 perempuan dan 230 anak telah mendapatkan pendampingan melalui Puanmakari. Dari kelompok ini, 36 perempuan dan remaja berhasil mengembangkan usaha produktif. Pendapatan yang dihasilkan pun terus meningkat. Sekolah Anak Percaya Diri mencatat peningkatan pendapatan sebesar Rp51.984.000. Sementara Kelompok Srikandi berhasil menghasilkan Rp86.640.000 dari berbagai aktivitas usaha.

Rawabening, Urban Farming dengan Pemanfaatan Air Hujan

Di Kampung Atas Air, Balikpapan, Pertamina Patra Niaga menghadirkan program inovatif bernama Rawabening. Program ini menggabungkan pemanfaatan air hujan dan pertanian perkotaan (urban farming) sebagai upaya pemberdayaan perempuan.

Baca Juga:  Permata Bank Tingkatkan Dukungan terhadap Ekonomi Sirkular dan Pengembangan UMKM Berkelanjutan

1. Konsep Dasar Rawabening

Rawabening merupakan singkatan dari Rain Water Harvesting and Urban Farming. Program ini menggunakan air hujan sebagai sumber utama untuk sistem hidroponik. Dengan cara ini, perempuan bisa menanam sayuran meski tidak memiliki lahan luas.

2. Hasil dan Manfaat Ekonomi

Program ini telah membangun 10 meja hidroponik dengan total 440 lubang tanam. Dari sini, sekitar 8.900 bibit sayuran berhasil diproduksi. Air yang dihemat mencapai 92.400 liter per tahun. Selain itu, kelompok perempuan juga mengembangkan tiga jenis produk olahan sayuran. Pendapatan rata-rata meningkat hingga 20,5 persen, atau sekitar Rp122.601 per panen.

Rumah Sakit Kapal, Akses Kesehatan untuk Perempuan Terpencil

Wilayah kepulauan sering kali menghadapi tantangan besar dalam hal akses kesehatan. Melalui unit Pertamina International Shipping (PIS), hadir solusi inovatif berupa Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

1. Pelayanan Kesehatan Dasar

Rumah Sakit Kapal ini menyediakan layanan Poli Umum dan Poli Gigi. Sebanyak 726 perempuan dewasa telah mendapatkan pelayanan medis melalui Poli Umum. Sementara itu, 145 perempuan dewasa dilayani melalui Poli Gigi. Program ini juga memberikan layanan kandungan, USG, hingga persalinan.

2. Pelatihan Tenaga Kesehatan Lokal

Selain layanan langsung, program ini juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal. Delapan bidan dilatih dalam pelayanan Antenatal Care (ANC). Empat bidan lainnya mendapatkan pelatihan USG dasar. Dengan pelatihan ini, kualitas layanan kesehatan di wilayah terpencil pun meningkat.

Tabel Capaian Program Pemberdayaan Perempuan

Berikut adalah ringkasan capaian dari beberapa program pemberdayaan perempuan yang digelar oleh Pertamina Patra Niaga:

Program Lokasi Jumlah Perempuan Terlibat Pendapatan Tambahan
Puanmakari Makassar 103 perempuan Rp86.640.000
Rawabening Balikpapan Kelompok perempuan Rp122.601/panen
Rumah Sakit Kapal Raja Ampat 726 perempuan Akses layanan medis
Baca Juga:  Digital Banking Diproyeksikan Tingkatkan Akses Kredit UMKM pada Tahun 2026 Mendatang

Komitmen Jangka Panjang

Melalui berbagai program ini, Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian perempuan. Program TJSL yang digelar tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tapi juga dirancang untuk berkelanjutan. Dengan pendekatan yang inklusif, dampaknya dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas.

Inisiatif seperti Puanmakari, Rawabening, dan Rumah Sakit Kapal menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan. Mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Semua ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah binaan.

Disclaimer

Data dan capaian yang disebutkan dalam artikel ini bersifat sesuai dengan informasi yang tersedia hingga Maret 2026. Capaian program dapat berubah seiring waktu dan perkembangan pelaksanaan di lapangan.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Pengkol

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.