Beranda » Ekonomi Bisnis » Transaksi Digital QR Code Antar Negara ASEAN Capai Rp12,24 Triliun pada 2025

Transaksi Digital QR Code Antar Negara ASEAN Capai Rp12,24 Triliun pada 2025

Transaksi digital lewat kode QR di kawasan ASEAN terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada 2025, nilai transaksi QR lintas negara di kawasan ini diperkirakan mencapai Rp12,24 triliun. Lonjakan ini menunjukkan semakin tingginya adopsi teknologi pembayaran digital di negara-negara anggota ASEAN, terutama dalam transaksi lintas batas.

Peningkatan ini tidak lepas dari kerja sama antarnegara dalam menyelaraskan standar pembayaran digital, termasuk penggunaan QR Code yang kompatibel di berbagai negara. Inisiatif seperti SGQR (Singapore Quick Response Code) dan kerja sama antarbank di berbagai negara memainkan peran penting dalam memperlancar proses transaksi lintas negara.

Faktor Pendorong Transaksi QR Lintas Negara

Transaksi QR lintas negara di ASEAN meningkat karena beberapa faktor utama. Pertama adalah semakin terintegrasi dan harmonisnya sistem pembayaran digital di kawasan. Kedua, adopsi teknologi QR Code yang mudah dan murah oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

1. Integrasi Sistem Pembayaran Digital

Integrasi sistem pembayaran antarnegara memungkinkan pengguna dari satu negara bisa membayar di negara lain hanya dengan memindai kode QR. Ini mengurangi biaya transaksi dan waktu proses, terutama untuk wisatawan atau pelaku bisnis yang beroperasi di lebih dari satu negara.

2. Adopsi QR Code oleh Pelaku Usaha

QR Code tidak memerlukan perangkat mahal atau sistem kompleks. Ini membuatnya sangat cocok untuk UKM yang ingin mulai menerima pembayaran digital tanpa investasi besar. Banyak negara di ASEAN juga memberikan insentif dan edukasi agar pelaku usaha bisa cepat beralih ke metode pembayaran digital ini.

Perkembangan Transaksi QR di Negara-Negara ASEAN

Setiap negara di ASEAN memiliki kecepatan adopsi QR Code yang berbeda-beda. Namun, tren keseluruhan menunjukkan peningkatan yang konsisten.

Baca Juga:  Evaluasi Dampak Kerja dari Rumah terhadap Penghematan Biaya Bahan Bakar Minyak

1. Thailand

Thailand menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan QR Code tercepat. Bank of Thailand dan banyak bank lokal telah mengadopsi sistem PromptPay yang memungkinkan pembayaran lintas bank dan negara dengan mudah.

2. Singapura

Sebagai pusat keuangan Asia, Singapura telah lama mengembangkan sistem pembayaran digital. SGQR menjadi standar nasional dan memudahkan transaksi lintas negara dengan negara tetangga.

3. Indonesia

Di Indonesia, QR Code menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) telah diadopsi secara luas, termasuk untuk transaksi internasional dengan negara ASEAN lainnya.

Proyeksi Nilai Transaksi QR Lintas Negara ASEAN

Tahun Perkiraan Nilai Transaksi (IDR)
2023 Rp8,5 triliun
2024 Rp10,7 triliun
2025 Rp12,24 triliun

Disclaimer: Data di atas merupakan estimasi berdasarkan tren pertumbuhan dan kebijakan yang berlaku saat ini. Nilai aktual bisa berbeda tergantung perkembangan ekonomi dan regulasi di masing-masing negara.

Tips Memanfaatkan Transaksi QR Lintas Negara

Bagi pelaku usaha atau pengguna yang ingin ikut serta dalam tren transaksi QR lintas negara, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

1. Pastikan QR Code yang Digunakan Bersifat Internasional

Gunakan QR Code yang kompatibel dengan sistem internasional seperti EMVCo atau yang telah diakui di beberapa negara ASEAN. Ini memastikan pelanggan dari negara lain bisa membaca dan membayar menggunakan kode tersebut.

2. Pilih Penyedia Layanan Pembayaran yang Mendukung Lintas Negara

Bekerja sama dengan penyedia layanan pembayaran digital yang memiliki jaringan di lebih dari satu negara. Ini memungkinkan transaksi lebih cepat dan biaya lebih terjangkau.

3. Pahami Regulasi di Negara Tujuan

Setiap negara memiliki aturan tersendiri terkait transaksi digital. Pelajari regulasi yang berlaku agar tidak terkena sanksi atau kendala teknis saat bertransaksi.

Baca Juga:  Purbaya Rencanakan Mutasi Ratusan Pegawai DJA ke DJP dalam Waktu Dekat

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski pertumbuhannya pesat, transaksi QR lintas negara masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah perbedaan regulasi antarnegara yang bisa memperlambat adopsi. Selain itu, isu keamanan data dan perlindungan konsumen juga menjadi perhatian utama.

1. Perbedaan Standar Keamanan

Setiap negara memiliki standar keamanan yang berbeda. Ini bisa menyulitkan integrasi sistem dan menimbulkan risiko kebocoran data jika tidak dikelola dengan baik.

2. Keterbatasan Literasi Digital

Masih banyak masyarakat di kawasan yang belum memahami cara kerja QR Code atau ragu untuk menggunakan pembayaran digital. Edukasi menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi.

Kesimpulan

Transaksi QR lintas negara di ASEAN terus tumbuh pesat dan diperkirakan mencapai Rp12,24 triliun pada 2025. Ini menunjukkan potensi besar dari sistem pembayaran digital yang terintegrasi di kawasan. Dengan kerja sama yang lebih erat dan peningkatan literasi digital, QR Code bisa menjadi tulang punggung ekonomi digital ASEAN ke depannya.

Namun, tantangan seperti regulasi dan keamanan tetap harus diwaspadai. Pelaku usaha dan pengguna perlu mempersiapkan diri agar bisa memanfaatkan peluang ini secara maksimal dan aman.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Pengkol

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.