Beranda » Ekonomi Bisnis » Harga Minyak Dunia Anjlok Sebesar 2 Persen Akibat Sentimen Negatif Pasar Global

Harga Minyak Dunia Anjlok Sebesar 2 Persen Akibat Sentimen Negatif Pasar Global

Harga minyak dunia tergelincir pada perdagangan Jumat pagi, 20 Maret 2026, setelah sebelumnya sempat melonjak tajam. Penurunan ini mencatatkan kerugian hingga 2%, seiring munculnya harapan akan adanya deeskalasi dalam ketegangan antara Iran dan Israel. Kabar bahwa Amerika Serikat mungkin mencabut sebagian sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada di laut turut menekan harga.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan pejabat AS yang menyarankan agar Israel menahan diri dari serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk meredam ketegangan yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Akibatnya, harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) kembali turun dari level tertinggi yang sempat diraih sehari sebelumnya.

Penurunan Harga Minyak Dunia

Penurunan harga minyak global terjadi seiring dengan munculnya sinyal bahwa pasokan minyak dari Iran bisa segera kembali ke pasar dunia. Langkah ini dianggap sebagai salah satu upaya Washington untuk mengendalikan lonjakan harga yang terjadi akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

1. Harga Minyak Brent dan WTI pada 20 Maret 2026

Jenis Minyak Harga Sebelumnya Harga Saat Ini Perubahan Persentase
Brent USD108,65 USD106,48 -2%
WTI USD95,57 USD93,56 -2,1%

2. Faktor Penyebab Penurunan Harga

Beberapa faktor utama menyebabkan turunnya harga minyak dunia pada perdagangan awal pekan ini:

  • Pernyataan Menteri Keuangan AS tentang pencabutan sebagian sanksi terhadap minyak Iran.
  • Harapan akan deeskalasi konflik antara Iran dan Israel.
  • Permintaan pasar yang mulai stabil meski ketegangan masih berlangsung.

Langkah pemerintah AS ini dianggap sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak yang mencapai lebih dari 40% sejak awal tahun. Pasokan tambahan dari Iran, meski terbatas, memberikan tekanan pada harga dan membuka peluang untuk stabilitas jangka pendek.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Brent Tetap Melampaui USD100 Per Barel

Dinamika Konflik Iran-Israel dan Dampaknya pada Pasar Energi

Ketegangan antara Iran dan Israel terus menjadi sorotan pasar energi global. Serangan Israel terhadap infrastruktur energi Iran memicu reaksi keras dari Teheran, yang kemudian menargetkan sejumlah lokasi energi di kawasan Timur Tengah.

3. Kronologi Peristiwa Konflik

  1. Serangan Israel ke South Pars: Lapangan gas terbesar di dunia menjadi target serangan udara Israel, memicu kemarahan Iran.
  2. Pembalasan Iran: Garda Revolusi Iran melancarkan serangan terhadap beberapa lokasi energi di kawasan.
  3. Pernyataan Netanyahu: Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa Iran tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir secara mandiri.
  4. Reaksi AS: Washington menyerukan agar Israel tidak melakukan eskalasi lebih lanjut.

4. Dampak pada Jalur Pasokan Energi

Iran terus memblokir Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak dan gas ke Asia. Blokade ini berpotensi mengganggu hingga 20% pasokan minyak global yang melewati selat tersebut.

Meski demikian, dengan adanya harapan akan deeskalasi, investor mulai mengurangi eksposur terhadap risiko geopolitik. Ini tercermin dari penurunan harga minyak meski situasi di lapangan belum sepenuhnya reda.

Pergerakan Harga Minyak Sepanjang Minggu

Minggu ini menjadi cerminan volatilitas pasar minyak akibat ketidakpastian geopolitik. Brent sempat melonjak ke level USD119 per barel, namun kembali turun menjelang akhir pekan.

5. Perbandingan Kinerja Minyak Mentah

Jenis Minyak Pergerakan Awal Minggu Pergerakan Akhir Minggu Perubahan Mingguan
Brent Naik 3,2% Turun 2% +1,2%
WTI Turun 3,3% Turun 2,1% -5,4%

Brent menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan WTI, yang lebih sensitif terhadap gangguan pasokan regional. Perbedaan ini mencerminkan dinamika permintaan global yang masih terbagi antara kawasan Eropa dan Asia.

Proyeksi Harga Minyak ke Depan

Meski penurunan 2% terjadi dalam sehari, tren jangka panjang harga minyak masih sangat bergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan kebijakan pemerintah AS terkait sanksi.

Baca Juga:  Indeks Saham Wall Street Anjlok Selama Tiga Pekan Akibat Ketegangan Militer Amerika Serikat dan Iran

6. Faktor yang Perlu Diwaspadai

  • Eskalasi Konflik: Jika Iran dan Israel kembali terlibat bentrokan bersenjata, harga bisa melonjak lagi.
  • Kebijakan AS: Pencabutan sanksi bisa diperluas, tetapi masih tergantung pada perkembangan politik di Washington.
  • Permintaan Global: Perlambatan ekonomi global bisa menahan kenaikan harga meski pasokan terbatas.

Investor dan produsen energi global tetap waspada terhadap perubahan cepat dalam situasi politik dan militer di kawasan. Namun, untuk saat ini, sentimen pasar cenderung lebih optimis terkait kemungkinan stabilisasi harga.

Kesimpulan

Harga minyak dunia sempat terperosok akibat lonjakan pasokan dan harapan deeskalasi konflik Iran-Israel. Penurunan 2% menjadi cerminan dari volatilitas pasar yang sangat sensitif terhadap isu geopolitik. Meski begitu, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya reda, dan potensi gangguan pasokan masih mengintai.

Disclaimer: Data dan perkembangan situasi di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan pemerintah terkait.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Pengkol

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.