Perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air kian menunjukkan grafik positif. Dulu hanya dianggap sebagai opsi alternatif, kini model bisnis berbasis syariah sudah menjadi bagian integral dari roda perekonomian nasional. Minat masyarakat terhadap produk keuangan syariah terus naik, tak hanya soal perbankan, tapi juga investasi dan gaya hidup halal yang semakin digandrungi.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pada Oktober 2025, total aset perbankan syariah telah mencapai Rp1.028,18 triliun. Angka itu naik 11,34 persen secara tahunan (year-on-year), menjadi rekor tertinggi sejak industri ini eksis. Di level global, Indonesia juga sukses meroket, naik dari posisi ke-11 menjadi peringkat ke-3 dalam Global Islamic Economy Indicator 2024-2025.
Permata Bank Dorong Inklusi Keuangan Syariah
Salah satu bank yang turut andil dalam percepatan pertumbuhan ini adalah Permata Bank Syariah. Mengusung tagline “Syariah untuk Semua”, bank ini berkomitmen untuk memperluas akses layanan keuangan syariah yang inklusif dan mudah dijangkau berbagai kalangan.
Semangat ini bukan sekadar retorika. Permata Bank Syariah ingin benar-benar membawa nilai-nilai syariah seperti transparansi, keadilan, dan keberlanjutan ke dalam setiap solusi keuangan yang ditawarkan. Tujuannya jelas: agar masyarakat bisa mengelola keuangan dengan lebih tenang dan selaras dengan nilai hidup yang diyakini.
1. Memperkuat Infrastruktur Digital
Langkah pertama yang diambil Permata Bank Syariah adalah memperkuat infrastruktur digital. Ini penting karena semakin banyak nasabah yang mengharapkan kemudahan akses lewat aplikasi dan platform online. Dengan fitur-fitur canggih, pengguna bisa melakukan transaksi, transfer, hingga investasi secara real time dan aman.
2. Menghadirkan Produk yang Relevan
Produk keuangan syariah harus bisa menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Oleh karena itu, Permata Bank terus mengembangkan portofolio produk yang relevan, mulai dari tabungan, deposito, hingga pembiayaan syariah untuk individu maupun UMKM.
3. Edukasi Keuangan Syariah
Agar masyarakat benar-benar memahami manfaat dan cara kerja keuangan syariah, edukasi menjadi salah satu fokus utama. Permata Bank aktif menggelar berbagai program literasi keuangan, baik secara daring maupun luring, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prinsip-prinsip syariah dalam keuangan.
Fokus pada Pelayanan yang Lebih Personal
Permata Bank Syariah tidak hanya fokus pada teknologi dan produk. Ada elemen manusia yang tetap dijaga, yaitu pelayanan personal yang ramah dan responsif. Bank ini percaya bahwa pengalaman nasabah yang baik akan memperkuat kepercayaan dan loyalitas.
Melalui pendekatan ini, Permata Bank ingin menjadi mitra finansial yang tidak hanya thoyib, tapi juga terpercaya dan mudah diakses. Apalagi saat ini, semakin banyak orang yang melihat keuangan syariah sebagai pilihan yang lebih transparan dan adil dibanding sistem konvensional.
Data Pertumbuhan Ekonomi Syariah Nasional
Untuk melihat gambaran lebih luas, berikut adalah data pertumbuhan aset keuangan syariah nasional dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Total Aset Syariah Nasional |
|---|---|
| 2021 | Rp6.193 triliun |
| 2023 | Rp8.320 triliun |
| 2025 | Rp10.257 triliun |
Angka-angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Artinya, masyarakat semakin percaya pada sistem keuangan syariah sebagai alternatif yang aman dan berkah.
Strategi Jangka Panjang Permata Bank Syariah
Permata Bank Syariah tidak hanya berpikir jangka pendek. Ada strategi jangka panjang yang dirancang untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Salah satunya adalah ekspansi jaringan cabang dan ATM di wilayah-wilayah baru, terutama yang belum banyak tersentuh oleh layanan keuangan syariah.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas, organisasi keagamaan, dan pelaku usaha lokal, juga menjadi bagian dari strategi ini. Tujuannya agar layanan bisa lebih tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi masyarakat.
4. Kolaborasi dengan Mitra Lokal
Permata Bank Syariah bekerja sama dengan berbagai mitra lokal untuk memastikan layanan bisa menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas. Termasuk di antaranya komunitas muslim, pelaku UMKM, dan lembaga pendidikan.
5. Pengembangan SDM
Bank ini juga terus mengembangkan SDM-nya agar tim lebih profesional dan responsif. Pelatihan rutin, peningkatan kapabilitas, dan sertifikasi keahlian menjadi bagian dari proses pengembangan internal.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski pertumbuhan ekonomi syariah sangat pesat, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah persepsi bahwa produk syariah lebih rumit dan kurang fleksibel. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Produk syariah justru dirancang agar lebih transparan dan sesuai dengan prinsip keadilan.
Selain itu, masih rendahnya literasi keuangan juga menjadi kendala. Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya memahami bagaimana sistem syariah bekerja. Oleh karena itu, edukasi terus menjadi fokus utama.
Harapan ke Depan
Ke depan, Permata Bank Syariah berharap bisa menjadi salah satu pendorong utama inklusi keuangan syariah di Indonesia. Dengan terus berinovasi dan menjaga komitmen terhadap nilai-nilai syariah, bank ini ingin menjadi pilihan utama masyarakat dalam mengelola keuangan secara halal dan berkah.
Melalui pendekatan yang inklusif dan humanis, Permata Bank Syariah tidak hanya ingin tumbuh dalam aspek bisnis, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Disclaimer: Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi hingga Oktober 2025. Nilai aset, statistik, dan pencapaian bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar dan regulasi yang berlaku.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.
