Permata Bank kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pada edukasi dan kolaborasi dengan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah penyelenggaraan Permata Eco Fair 2026 yang berlangsung beberapa waktu lalu.
Acara ini menjadi ajang penting untuk mempertemukan pelaku UMKM berkelanjutan dengan masyarakat luas. Tidak hanya sebagai wadah promosi, Permata Eco Fair juga menjadi ruang diskusi yang membahas peluang bisnis dari ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyampaikan bahwa transformasi ke arah bisnis yang lebih berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Membumikan Ekonomi Hijau dan Sirkular
Permata Bank memahami bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon membutuhkan pendekatan yang inklusif dan terintegrasi. Salah satu caranya adalah dengan memberikan edukasi sekaligus akses pembiayaan bagi pelaku UMKM yang ingin beralih ke model bisnis yang lebih ramah lingkungan.
1. Edukasi dan Pelatihan Berkelanjutan
Permata Bank aktif menggelar berbagai program edukasi yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM. Tujuannya agar para pengusaha kecil bisa memahami pentingnya praktik bisnis berkelanjutan, mulai dari pengelolaan limbah hingga penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan.
2. Pembiayaan Berbasis ESG
Bank ini juga terus memperkuat strategi pembiayaannya dengan mendorong pendanaan yang memperhatikan aspek Lingkungan (Environmental), Sosial (Social), dan Tata Kelola (Governance) atau dikenal dengan ESG. Ini menjadi salah satu syarat dalam penyaluran kredit, terutama untuk sektor yang berpotensi tinggi berdampak pada lingkungan.
3. Kolaborasi dengan Stakeholder
Permata Bank tidak bekerja sendirian. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi internasional menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi UMKM.
Mendukung UMKM Menuju Bisnis Berkelanjutan
UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, potensi ini baru akan maksimal jika diimbangi dengan penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan.
1. Identifikasi Potensi Bisnis Hijau
Langkah awal yang dilakukan Permata Bank adalah mengidentifikasi UMKM mana saja yang memiliki potensi untuk berkembang dalam ekosistem ekonomi hijau. Ini mencakup bidang seperti pertanian organik, kerajinan daur ulang, hingga energi terbarukan.
2. Penyediaan Skema Pembiayaan Khusus
Bank ini menyediakan skema pembiayaan khusus yang dirancang untuk mendukung pengembangan usaha berbasis ekonomi sirkular. Mulai dari modal kerja hingga investasi infrastruktur, semua disesuaikan dengan prinsip keberlanjutan.
3. Pendampingan Teknis dan Manajemen Risiko
Selain pendanaan, Permata Bank juga memberikan pendampingan teknis. Ini mencakup pelatihan manajemen risiko iklim, pengelolaan rantai pasok yang efisien, hingga strategi pemasaran berbasis digital.
Agenda Net Zero Emission dan Peran Perbankan
Permata Bank menargetkan pencapaian Net Zero Emission (NZE) untuk operasionalnya pada tahun 2030. Target ini selaras dengan komitmen nasional dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.
1. Pengurangan Emisi dari Operasional Internal
Langkah pertama yang diambil adalah mengurangi emisi karbon dari operasional internal, seperti penggunaan energi di kantor cabang, pengadaan kendaraan listrik, hingga pengelolaan sampah secara digital.
2. Pembiayaan untuk Proyek Energi Terbarukan
Permata Bank juga aktif mendanai proyek-proyek energi terbarukan yang mendukung transisi energi nasional. Ini termasuk pembangunan PLTS, biogas, dan sistem energi mikro di daerah terpencil.
3. Penguatan Kebijakan Internal Berkelanjutan
Bank ini terus memperkuat kebijakan internal yang mendukung keberlanjutan, termasuk dalam hal pengadaan barang dan jasa, pengelolaan SDM, hingga pelaporan transparan terhadap dampak lingkungan.
Peran Regulasi dalam Mendorong Ekonomi Hijau
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK 51/2017 telah memberikan arahan kuat kepada lembaga keuangan untuk mendorong pembiayaan berkelanjutan. Permata Bank menjawab regulasi ini dengan berbagai langkah strategis.
1. Penyesuaian Portofolio Kredit
Bank ini secara proaktif menyesuaikan portofolio kreditnya agar lebih selaras dengan prinsip ekonomi hijau. Ini mencakup peningkatan alokasi dana untuk sektor-sektor yang ramah lingkungan.
2. Penguatan Due Diligence Berbasis ESG
Proses due diligence kini tidak hanya melihat aspek finansial, tetapi juga dampak lingkungan dan sosial dari calon penerima pembiayaan. Ini memastikan bahwa dana yang disalurkan benar-benar mendukung keberlanjutan.
3. Pelaporan dan Transparansi
Permata Bank juga meningkatkan kualitas pelaporan terhadap kinerja berkelanjutan. Ini mencakup pengungkapan informasi tentang penggunaan dana hijau dan dampak lingkungan dari pembiayaan yang disalurkan.
Data Kredit Hijau Nasional
Berdasarkan data dari OJK, kredit hijau nasional terus mengalami peningkatan. Berikut adalah rincian perkembangan kredit hijau dalam beberapa tahun terakhir:
| Tahun | Total Kredit Hijau Nasional |
|---|---|
| 2022 | Rp1.750 triliun |
| 2023 | Rp1.920 triliun |
| 2024 | Rp2.075 triliun |
Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi dari OJK.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski sudah menunjukkan komitmen kuat, perjalanan menuju ekonomi berkelanjutan masih penuh tantangan. Salah satunya adalah rendahnya literasi keuangan dan kesadaran lingkungan di kalangan pelaku UMKM. Namun, tantangan ini justru menjadi peluang bagi Permata Bank untuk terus berinovasi dan memperluas dampak positifnya.
Permata Bank juga terus mengembangkan teknologi dan platform digital yang bisa mempermudah akses pembiayaan berkelanjutan. Ini termasuk penggunaan AI untuk analisis risiko lingkungan dan sistem scoring berbasis ESG untuk calon penerima kredit.
Menjaga Momentum untuk Masa Depan
Langkah-langkah yang diambil oleh Permata Bank bukan sekadar respons terhadap regulasi atau tren global. Ini adalah bentuk tanggung jawab nyata terhadap masa depan ekonomi dan lingkungan Indonesia. Dengan terus membumikan konsep ekonomi hijau dan sirkular, Permata Bank membuka peluang baru bagi UMKM untuk tumbuh secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Melalui kolaborasi yang inklusif dan pendekatan berbasis prinsip ESG, bank ini menunjukkan bahwa perbankan tidak hanya bisa menjadi penopang ekonomi, tetapi juga agen perubahan yang mempercepat transisi menuju Indonesia yang lebih hijau dan lebih baik.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.
