Beranda » Bantuan Sosial » BNI Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp349 per Lembar Saham, Simak Jadwal Resminya!

BNI Bagikan Dividen Tunai Sebesar Rp349 per Lembar Saham, Simak Jadwal Resminya!

Gedung BNI menjadi sorotan setelah emiten berkode saham BBNI ini mengumumkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025. Jumlahnya cukup menggiurkan, yakni Rp13,026 triliun yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Angka ini menunjukkan komitmen BNI dalam memberikan return kepada investor, sekaligus mencerminkan kinerja keuangan bank BUMN yang solid sepanjang tahun lalu.

Setiap pemegang saham berhak mendapatkan dividen sebesar Rp349,41 per lembar saham. Nominal ini dihitung berdasarkan jumlah saham yang tercatat pada tanggal recording date. Pembayaran dividen ini akan dilakukan secara tunai dan sudah termasuk dalam jadwal resmi yang dirilis oleh perseroan.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen BNI Tahun Buku 2025

Sebelum ikut merasakan manisnya dividen, penting untuk memahami kapan waktu yang tepat agar bisa mendapatkannya. Ada beberapa tanggal penting yang harus diperhatikan, terutama bagi investor yang aktif di pasar reguler, negosiasi, maupun pasar tunai. Berikut ini adalah jadwal lengkap pembagian dividen BNI tahun buku 2025.

1. Tanggal Penting di Pasar Reguler dan Negosiasi

Investor yang membeli saham BNI di pasar reguler dan negosiasi harus memperhatikan dua tanggal krusial berikut:

  • Tanggal cum dividen: 17 Maret 2026
  • Tanggal ex dividen: 25 Maret 2026

Artinya, pembelian saham harus dilakukan sebelum tanggal ex dividen agar berhak atas pembagian dividen. Jika membeli pada atau setelah tanggal tersebut, maka hak atas dividen sudah tidak berlaku lagi.

2. Tanggal Penting di Pasar Tunai

Bagi investor yang bertransaksi di pasar tunai, jadwalnya sedikit berbeda. Pasar tunai memiliki mekanisme tersendiri dalam penentuan pemegang saham yang berhak atas dividen.

  • Tanggal cum dividen: 26 Maret 2026
  • Tanggal ex dividen: 27 Maret 2026

Investor harus membeli saham sebelum tanggal ex dividen di pasar tunai agar tetap mendapatkan hak atas dividen tunai BNI.

Baca Juga:  Reksa Dana untuk Pemula: Panduan Lengkap Memilih Investasi yang Tepat untuk Masa Depan Finansial Anda-Edukasi Ekonomi

3. Recording Date dan Tanggal Pembayaran Dividen

Tanggal recording date adalah momen penting yang menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan dividen. Untuk pembagian dividen tahun buku 2025 ini, tanggal recording date ditetapkan pada:

  • Tanggal recording date: 26 Maret 2026

Sementara itu, pembayaran dividen tunai akan dilakukan pada:

  • Tanggal pembayaran dividen: 7 April 2026

Tanggal ini menjadi patokan kapan dana akan masuk ke rekening masing-masing pemegang saham, baik yang menggunakan penitipan kolektif KSEI maupun yang tidak.

Mekanisme Pembayaran Dividen BNI

Proses pembagian dividen tidak serta merta langsung masuk ke rekening. Ada beberapa skenario tergantung bagaimana saham dimiliki dan dititipkan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Pembayaran Dividen Melalui KSEI

Bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen akan dilakukan secara elektronik. Dana akan didistribusikan melalui KSEI dan masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pada tanggal 7 April 2026.

Langkah ini memudahkan investor karena tidak perlu datang ke lokasi tertentu. Semua proses berjalan otomatis selama saham dititipkan di perusahaan efek atau bank kustodian yang bekerja sama dengan KSEI.

2. Pembayaran Dividen Langsung ke Rekening

Jika saham tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, maka pembayaran dividen akan dilakukan secara langsung ke rekening pemegang saham. Proses ini biasanya memakan waktu sedikit lebih lama dan tergantung pada data rekening yang terdaftar di BNI.

Investor disarankan untuk memastikan data rekening sudah benar dan terverifikasi agar tidak terjadi kendala dalam pencairan dividen.

Pajak Atas Dividen Tunai

Dividen yang diterima bukan berarti 100% masuk ke kantong. Ada potongan pajak yang dikenakan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Besaran pajak ini bisa berbeda tergantung status pemegang saham, apakah perseorangan atau badan hukum.

Baca Juga:  Digital Banking Diproyeksikan Tingkatkan Akses Kredit UMKM pada Tahun 2026 Mendatang

Secara umum, tarif pajak penghasilan final atas dividen tunai untuk Wajib Pajak Orang Pribadi (WP OP) adalah sebesar 10%. Sementara itu, untuk Wajib Pajak Badan (WP Badan), tarifnya bisa mencapai 25%, tergantung pada kebijakan fiskal yang berlaku saat itu.

Tabel Rincian Dividen BNI Tahun Buku 2025

Berikut adalah ringkasan lengkap terkait pembagian dividen tunai BNI tahun buku 2025 dalam bentuk tabel agar lebih mudah dipahami.

Detail Informasi
Total Dividen Tunai Rp13.026.457.038.424,30
Dividen per Saham Rp349,4133654
Tanggal Cum Dividen (Reguler/Negosiasi) 17 Maret 2026
Tanggal Ex Dividen (Reguler/Negosiasi) 25 Maret 2026
Tanggal Cum Dividen (Tunai) 26 Maret 2026
Tanggal Ex Dividen (Tunai) 27 Maret 2026
Recording Date 26 Maret 2026
Tanggal Pembayaran Dividen 7 April 2026

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pembagian dividen bergantung pada kebijakan perusahaan dan kondisi pasar. Investor disarankan untuk selalu memeriksa informasi resmi dari BNI atau Bursa Efek Indonesia untuk mendapatkan data terbaru dan akurat.

Penutup

Pembagian dividen tunai BNI tahun buku 2025 menjadi kabar baik bagi para investor yang telah mempercayakan dananya di saham BBNI. Dengan jumlah dividen yang besar dan jadwal pembayaran yang jelas, investor bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik. Yang terpenting, jangan sampai kelewatan tanggal-tanggal penting agar tetap bisa menikmati hak atas dividen yang telah disetujui dalam RUPST tahun ini.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Pengkol

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.