Beranda » Bantuan Sosial » ASBANDA dan Lintasarta Perkuat Sinergi Nasional Demi Peningkatan Inovasi Digital BPD Seluruh Indonesia

ASBANDA dan Lintasarta Perkuat Sinergi Nasional Demi Peningkatan Inovasi Digital BPD Seluruh Indonesia

Transformasi digital perbankan daerah terus bergerak maju, dan Lintasarta menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung perjalanan ini. Kolaborasi strategis dengan ASBANDA menjadi tonggak penting, menandai era baru penguatan infrastruktur digital bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada kedaulatan data dan karakteristik unik setiap daerah.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Lintasarta dan ASBANDA, bersamaan dengan BPD lain seperti Bank Jakarta, Bank BPD Bali, dan Bank Sumsel Babel, pada CxO BPD Summit 2026 di Semarang, menggarisbawahi visi bersama. Acara tersebut menjadi platform bagi para pemangku kepentingan untuk membahas masa depan perbankan daerah, dengan Lintasarta Intelligent Core sebagai salah satu solusi utama yang ditawarkan.

Lintasarta Intelligent Core: Fondasi Digital BPD Masa Depan

Lintasarta Intelligent Core hadir sebagai solusi komprehensif yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transformasi digital BPD. Ini bukan sekadar kumpulan teknologi, melainkan sebuah ekosistem terintegrasi yang menggabungkan berbagai elemen krusial. Sistem ini bertujuan untuk memberdayakan BPD agar dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lanskap digital.

Ekosistem ini mengintegrasikan empat pilar utama, memastikan operasional perbankan yang efisien dan aman. Integrasi ini menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang kokoh dan responsif.

  • Connectivity: Menjamin jaringan komunikasi yang stabil dan cepat, vital untuk transaksi digital dan pertukaran data yang lancar.
  • Cloud: Menyediakan infrastruktur komputasi awan yang fleksibel dan skalabel, memungkinkan BPD untuk menyimpan dan mengelola data secara efisien tanpa investasi besar pada perangkat keras fisik.
  • Cybersecurity: Melindungi data dan sistem perbankan dari ancaman siber yang terus berkembang, menjaga kepercayaan nasabah dan integritas operasional.
  • Collaboration-AI: Mengintegrasikan kecerdasan buatan untuk otomatisasi proses, analisis data, dan peningkatan pengalaman nasabah, membuka peluang inovasi layanan.
Baca Juga:  BNI Tawarkan Potongan Harga Restoran hingga Rp200 Ribu Saat Perayaan Akhir Tahun Ini

Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan fondasi digital yang tidak hanya kuat secara teknologi, tetapi juga mampu menjaga kedaulatan data dan karakteristik unik setiap BPD. Konsep "Satu Fondasi, Satu Kedaulatan" menjadi inti dari penawaran Lintasarta, menekankan kekuatan bersama tanpa mengorbankan kemandirian.

Pilar Utama Lintasarta Intelligent Core

Lintasarta Intelligent Core dibangun di atas tiga prinsip fundamental yang menjamin solusi ini relevan dan efektif bagi BPD di Indonesia. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa transformasi digital berjalan selaras dengan kebutuhan dan regulasi lokal.

  1. Sovereign: Data dan seluruh operasional tetap berada di Indonesia. Ini merupakan aspek krusial untuk menjaga kedaulatan data dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
  2. Integrated: Solusi ini menggunakan satu arsitektur dan satu tata kelola. Pendekatan terpadu ini menyederhanakan pengelolaan sistem dan memastikan konsistensi dalam operasional.
  3. Seamless Experience: Menghadirkan layanan yang mulus dari hulu ke hilir bagi nasabah. Pengalaman pengguna yang tanpa hambatan adalah kunci untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.

Prinsip-prinsip ini mencerminkan pemahaman mendalam Lintasarta terhadap tantangan dan kebutuhan BPD. Dengan fondasi yang kokoh ini, BPD dapat mempercepat transformasi digital mereka dengan keyakinan penuh.

Perspektif Pimpinan dan Dampak Kolaborasi

Armand Hermawan, President Director & CEO Lintasarta, menyoroti peran krusial BPD sebagai orkestrator ekosistem digital daerah. Menurutnya, kemampuan BPD untuk mengorkestrasi ekosistem ini akan sangat memengaruhi masa depan ekonomi daerah. Lintasarta Intelligent Core hadir untuk mendukung peran tersebut, memastikan transformasi digital yang aman, terintegrasi, dan berdaulat.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal ASBANDA, Rokidi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia melihat inisiatif ini sebagai langkah penting untuk menjadikan BPD semakin resilien, kontributif, dan kompetitif. Kolaborasi dengan Lintasarta diharapkan memperkuat kapabilitas talenta digital BPD dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD.

Manfaat dari kolaborasi ini diharapkan akan dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat di daerah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan ekonomi regional, dengan BPD sebagai motor penggeraknya.

Baca Juga:  DBS Proyeksikan Peluang Investasi Jangka Panjang Amid Volatilitas Pasar Hingga Akhir 2026

Kondisi Industri BPD dan Arah Transformasi

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 menunjukkan bahwa industri BPD memiliki total aset sekitar Rp1.036 triliun, dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 26,19 persen. Angka ini mengindikasikan fondasi permodalan yang kuat, menjadi modal berharga bagi BPD untuk berinvestasi dalam transformasi digital.

Dengan fondasi permodalan yang solid, BPD kini fokus membangun ketahanan siber dan kapabilitas kecerdasan buatan (AI). Hal ini penting untuk menjalankan peran mereka sebagai orkestrator pembangunan ekonomi daerah. Transformasi ini bukan hanya tentang adopsi teknologi, tetapi juga tentang penguatan peran strategis BPD dalam ekosistem ekonomi lokal.

Penutup

Kolaborasi antara Lintasarta dan ASBANDA menandai era baru bagi Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. Dengan fondasi digital yang kuat, dukungan teknologi AI, serta komitmen terhadap kedaulatan data, BPD diharapkan dapat melaju lebih cepat dalam mewujudkan potensi ekonomi daerah. Ini adalah langkah strategis yang akan membentuk lanskap perbankan daerah untuk tahun-tahun mendatang.

Disclaimer: Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan kondisi per Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan pasar, regulasi, dan kebijakan terkait. Tanggal pelaksanaan acara CxO BPD Summit 2026 yang disebutkan dalam artikel ini adalah Kamis, 6 Agustus 2026.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Pengkol

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.