Beranda » Bantuan Sosial » Penyaluran Bantuan Sosial PKH dan BPNT Tahap 3 Termin 1 Dimulai di 180 Wilayah, Kuota KPM Terinci Empat Bank Himbara

Penyaluran Bantuan Sosial PKH dan BPNT Tahap 3 Termin 1 Dimulai di 180 Wilayah, Kuota KPM Terinci Empat Bank Himbara

Kabar gembira bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 3 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 3 periode Juli-September 2026 resmi dimulai. Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) telah menerbitkan instruksi resmi tertanggal 4 Agustus 2026 untuk proses pencairan ini.

Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) menunjukkan status transaksi bansos untuk Termin 1 telah menguat tajam ke Standing Instruction (SI). Ini berarti proses pemindahbukuan saldo ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih KPM siap dilakukan.

Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 3: Informasi Penting

Lebih dari 180 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dikabarkan siap menyalurkan bantuan ini. Proses ini akan berlangsung secara bertahap, memastikan kelancaran distribusi kepada jutaan KPM yang membutuhkan.

Data Standing Instruction per 31 Juli 2026 menunjukkan total sasaran PKH Tahap 3 Termin 1 secara nasional mencapai 7.466.671 KPM. Sementara itu, BPNT/Sembako menargetkan 12.721.033 KPM. Angka ini menggambarkan skala besar program bantuan sosial yang dijalankan pemerintah.

Distribusi Kuota PKH Tahap 3 Berdasarkan Bank Penyalur

Penyaluran dana bansos ini dilakukan melalui empat bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang telah ditunjuk. Setiap bank memiliki kuota penerima manfaat yang berbeda, menyesuaikan dengan sebaran KPM di wilayah operasional masing-masing.

Bank Penyalur Jumlah KPM PKH Tahap 3 (Termin 1)
Bank BRI 2.759.567 KPM
Bank BNI 2.630.070 KPM
Bank Mandiri 1.822.373 KPM
Bank BSI 254.661 KPM

Disclaimer: Data kuota ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan pembaruan dari Kemensos RI.

Bank BRI memegang kuota terbesar secara nasional untuk penyaluran PKH Tahap 3 Termin 1. Bank BSI, di sisi lain, berfokus pada wilayah Provinsi Aceh, menunjukkan distribusi yang terarah sesuai kebutuhan regional.

Wilayah Penerima Bansos PKH Tahap 3 Termin 1

Proses transfer dana dari bank pusat ke KKS KPM dilakukan secara bergelombang. Beberapa daerah telah masuk dalam gelombang awal pencairan, menandakan dimulainya distribusi bantuan ini.

  1. Wilayah KKS Bank BRI

    • Cianjur, Tangerang, Sampang, Tasikmalaya, Lombok Timur, Bangkalan, Grobogan, Subang, Demak, Majalengka, Kota Medan, Nganjuk, Banjarnegara, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Purbalingga, Pati, Lombok Tengah, Lebak, Sumedang, Kota Palembang, Blora, Langkat, Lombok Barat, Temanggung, Purworejo, Polewali Mandar, Kota Bandar Lampung, Parigi Moutong, Kota Makassar, Batang, Gorontalo, Banyuasin, Bima, hingga Kab. Manggarai.
  2. Wilayah KKS Bank BNI

    • Kab. Malang, Bandung, Cirebon, Indramayu, Tuban, Pemalang, Kediri, Bandung Barat, Sukabumi, Bekasi, Probolinggo, Pasuruan, Lamongan, Magelang, Bojonegoro, Gresik, Klaten, Karawang, Ngawi, Jombang, Bantul, Pamekasan, Kuningan, Wonosobo, Bondowoso, Sragen, Mojokerto, Sidoarjo, Banyuwangi, Blitar, Tegal, Ponorogo, Kota Tasikmalaya, Lumajang, Boyolali, Wonogiri, Rembang, dan Tulungagung.
  3. Wilayah KKS Bank Mandiri

    • Kab. Bogor, Brebes, Garut, Jember, Sumenep, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Lampung Timur, Gunungkidul, Ciamis, Pandeglang, Jepara, Lampung Utara, Sleman, Kendal, Tanggamus, Serang, Bone, Ogan Komering Ilir, Simalungun, Serdang Bedagai, Pesawaran, Way Kanan, Musi Rawas, Batubara, Pangkajene Kepulauan, Luwu, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pesisir Barat, Pesisir Selatan, Landak, hingga Bengkulu Utara.
  4. Wilayah KKS Bank BSI (Provinsi Aceh)

    • Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Singkil, Kota Langsa, Simeulue, Gayo Lues, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Kota Subulussalam, hingga Kota Sabang.
Baca Juga:  Penyaluran Bansos PKH dan BPNT via Koperasi Desa, Simak Dua Skema Distribusi Terbarunya

Daftar ini hanyalah contoh beberapa wilayah yang masuk dalam gelombang awal pencairan. KPM di daerah lain diharapkan tetap memantau informasi resmi dari pemerintah dan bank penyalur.

Mengapa Saldo KKS Belum Terisi?

Bagi KPM yang mendapati saldonya belum terisi, ada beberapa alasan utama yang perlu dipahami. Proses penyaluran bansos ini melibatkan jutaan rekening dan sistem yang kompleks, sehingga memerlukan tahapan yang cermat.

  1. Sistem Antrean & Gelombang (Termin)
    Penyaluran dana bansos dilakukan secara bertahap atau bergelombang. Proses transfer jutaan rekening secara bersamaan dapat menyebabkan overload atau kendala teknis pada server perbankan. Oleh karena itu, pemerintah dan bank penyalur menerapkan sistem antrean dan gelombang untuk memastikan kelancaran dan keamanan transaksi. KPM yang belum menerima dana pada gelombang pertama akan menerima pada gelombang berikutnya.

  2. Kuota Termin 1 Baru 70%
    Penyaluran awal saat ini mencakup sekitar 70% dari total kuota penerima. Ini berarti masih ada sekitar 30% kuota yang akan disalurkan pada termin berikutnya. Termin berikutnya juga akan mengakomodasi data penerima baru yang menggantikan KPM bansos lama yang tergraduasi atau dikategorikan mampu. Pemerintah terus melakukan pembaruan data KPM untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

KPM diharapkan bersabar dan terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi Kemensos atau pendamping sosial. Pastikan juga data KKS dan identitas tetap valid untuk menghindari kendala dalam pencairan.

Memahami Proses Penyaluran Bansos

Penyaluran bansos seperti PKH dan BPNT merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera. Prosesnya melibatkan koordinasi antara berbagai pihak, mulai dari Kemensos, bank Himbara, hingga pemerintah daerah.

Setiap tahap penyaluran direncanakan dengan matang, termasuk verifikasi data KPM, alokasi dana, hingga proses transfer ke rekening KKS. Tujuannya adalah memastikan bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar berhak dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Baca Juga:  Bansos BLT Dana Desa Tahap 1 Sebesar Rp900 Ribu Cair hingga April 2026, Simak Kriteria Penerimaannya di Sini

Tips Memantau Status Bansos

Untuk KPM yang ingin memantau status bansos, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Cek SIKS-NG: Pendamping sosial biasanya memiliki akses ke sistem SIKS-NG untuk memverifikasi status pencairan.
  • Aplikasi Cek Bansos: Pemerintah menyediakan aplikasi resmi untuk mempermudah KPM mengecek status kepesertaan dan pencairan bansos.
  • Kunjungi Bank Penyalur: Jika ada keraguan, KPM bisa langsung mendatangi bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, BSI) dengan membawa KKS dan identitas diri.
  • Hubungi Pendamping Sosial: Pendamping sosial di daerah masing-masing bisa menjadi sumber informasi yang akurat mengenai jadwal dan status pencairan.

Meskipun informasi ini memberikan gambaran umum, setiap KPM disarankan untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh Kemensos RI atau pihak berwenang lainnya. Data yang disebutkan dalam artikel ini adalah per tanggal yang tertera dan dapat mengalami perubahan.

Pemerintah terus berupaya mempercepat dan memperlancar proses penyaluran bansos. Harapannya, bantuan ini dapat segera dimanfaatkan oleh KPM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Pengkol

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.