Beranda » Ekonomi Bisnis » Fluktuasi Harga Bitcoin Terkoreksi 1,5 Persen Akibat Gejolak Global dan Kebijakan Tarif Impor Amerika Serikat

Fluktuasi Harga Bitcoin Terkoreksi 1,5 Persen Akibat Gejolak Global dan Kebijakan Tarif Impor Amerika Serikat

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi sorotan, setelah mata uang digital paling populer ini mengalami penurunan tipis pada perdagangan akhir pekan. Sentimen pasar global yang cenderung menghindari risiko atau risk-off menjadi pemicu utama, di mana investor mulai menarik diri dari aset-aset berisiko.

Kombinasi antara ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan tarif baru Amerika Serikat tampaknya menciptakan suasana yang kurang kondusif bagi aset kripto. Kondisi ini secara tidak langsung membatasi minat investor untuk mengambil posisi di pasar yang volatil.

Dinamika Pasar: Penurunan Bitcoin di Tengah Ketidakpastian Global

Harga Bitcoin terpantau melemah sekitar 1,5 persen, mencapai level USD64.158,5. Meskipun demikian, penurunan ini tidak sepenuhnya menghapus kinerja positif Bitcoin sepanjang pekan, yang masih mencatat kenaikan sekitar 0,3 persen.

Pelemahan ini tidak hanya terjadi di pasar kripto, tetapi juga merembet ke pasar saham global, khususnya pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Hal ini menunjukkan adanya korelasi antara pergerakan pasar tradisional dengan pasar kripto, terutama dalam kondisi sentimen risk-off.

Faktor Pendorong Aksi Hindari Risiko di Pasar

Ketidakpastian geopolitik menjadi salah satu faktor dominan yang menekan pergerakan Bitcoin. Eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat dan Iran, kembali memanas.

Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menyerang dua kapal Arab Saudi di Laut Merah, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global.

1. Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Konflik di Timur Tengah selalu memiliki dampak signifikan terhadap pasar global. Serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah menimbulkan spekulasi mengenai potensi kenaikan harga minyak.

Kenaikan harga minyak berpotensi memicu inflasi, yang pada gilirannya dapat mendorong bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Kebijakan moneter ketat, seperti kenaikan suku bunga, seringkali berdampak negatif pada aset berisiko seperti kripto.

Baca Juga:  DBS CIO 2Q26 Sarankan Investor Tingkatkan Strategi Pengelolaan Risiko di Tengah Ketegangan Global

2. Kebijakan Tarif Baru Amerika Serikat

Selain geopolitik, kebijakan perdagangan Amerika Serikat juga turut membebani sentimen pasar. Pemerintahan Presiden AS mengumumkan pemberlakuan tarif perdagangan baru terhadap 60 mitra dagang.

Kebijakan ini, yang mulai berlaku pada Jumat, kembali menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan tensi perdagangan global. Meskipun dampak tarif ini tidak secara langsung mengenai Bitcoin, potensi perlambatan ekonomi global akibat gangguan pasokan dan perang dagang dapat mengurangi minat investor terhadap aset spekulatif.

Peran ETF Bitcoin Spot dalam Meredam Pelemahan

Di tengah tekanan yang datang dari berbagai arah, Bitcoin masih memiliki penopang kuat. Aliran dana yang terus meningkat ke produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot menjadi salah satu faktor yang membantu membatasi pelemahan harga.

Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Bitcoin Spot mencatat arus masuk mingguan terbaik sejak awal Mei. Ini mengindikasikan adanya minat institusional yang kuat terhadap Bitcoin, yang mampu menahan harga dari penurunan yang lebih dalam.

Kondisi Pasar Kripto Secara Keseluruhan

Pelemahan yang dialami Bitcoin juga diikuti oleh mayoritas aset kripto lainnya. Pasar secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan, sejalan dengan sentimen risk-off yang melanda.

Berikut adalah gambaran pergerakan beberapa aset kripto utama pada perdagangan Jumat:

Aset Kripto Perubahan Harga (24 Jam) Harga Terakhir (USD)
Bitcoin -1,5% 64.158,5
Ether -1,2% 1.860,26
XRP -1,8% 1,0898
BNB -0,4% Data tidak tersedia
Solana -3,2% Data tidak tersedia
Cardano -3,2% Data tidak tersedia
Dogecoin -0,9% Data tidak tersedia
$TRUMP -2,7% Data tidak tersedia

Disclaimer: Data harga di atas bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.

1. Ether

Aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini juga tidak luput dari tekanan. Ether turun 1,2 persen, diperdagangkan di sekitar USD1.860,26.

Baca Juga:  Analisis Komprehensif Berita Ekonomi Terkini Pekan Ini Penyaluran PKH dan Dinamika Harga BBM

Pergerakan Ether seringkali berkorelasi dengan Bitcoin, sehingga tidak mengherankan jika keduanya bergerak searah dalam kondisi pasar tertentu.

2. XRP

XRP mengalami koreksi sebesar 1,8 persen, dengan harga terakhir USD1,0898. Kasus hukum yang masih berlangsung dengan SEC seringkali menjadi bayang-bayang bagi pergerakan harga XRP, meskipun sentimen pasar global juga turut memengaruhi.

3. Altcoin Lainnya

Beberapa altcoin populer juga menunjukkan pelemahan. BNB turun 0,4 persen, Solana melemah 3,2 persen, dan Cardano juga mengalami penurunan 3,2 persen.

Bahkan di segmen memecoin, Dogecoin terpantau turun 0,9 persen, dan token $TRUMP terkoreksi 2,7 persen. Ini menunjukkan bahwa sentimen negatif meluas ke berbagai segmen pasar kripto.

Prospek Pasar Kripto ke Depan

Meskipun terjadi pelemahan, pasar kripto dikenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Sentimen dapat berubah dengan cepat seiring perkembangan berita geopolitik dan ekonomi.

Aliran dana institusional melalui ETF Bitcoin Spot memberikan harapan akan adanya dukungan jangka panjang bagi pasar. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan konflik global dan kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi pergerakan harga aset digital ini.

Kondisi pasar saat ini memang penuh tantangan, namun juga membuka peluang bagi investor yang cermat. Memantau berita terkini dan memahami faktor-faktor fundamental yang memengaruhi pasar menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Pengkol

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.