Beranda » Ekonomi Bisnis » Peringkat Kesejahteraan Keluarga di Indonesia dan Cara Menentukannya

Peringkat Kesejahteraan Keluarga di Indonesia dan Cara Menentukannya

Penasaran dengan peringkat kesejahteraan keluarga di Indonesia? Ini bukan sekadar angka-angka statistik, lho. Kesejahteraan keluarga adalah cerminan dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendapatan, pendidikan, kesehatan, hingga kondisi lingkungan tempat tinggal. Memahami peringkat ini bisa membuka mata terhadap realitas sosial yang ada, sekaligus menjadi pijakan untuk mencari solusi yang lebih baik.

Di Indonesia, ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat kesejahteraan. Pemerintah dan berbagai lembaga seringkali melakukan survei untuk mengukur hal ini. Hasilnya pun bervariasi, tergantung pada indikator yang digunakan. Yuk, kita bedah lebih dalam bagaimana peringkat ini ditentukan dan apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga di Tanah Air.

Mengapa Peringkat Kesejahteraan Keluarga Itu Penting?

Mungkin ada yang bertanya, untuk apa sih repot-repot mengukur peringkat kesejahteraan keluarga? Jawabannya sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Peringkat ini bukan cuma data kering, melainkan peta jalan bagi pemerintah, organisasi sosial, dan bahkan keluarga itu sendiri untuk memahami kondisi riil di lapangan.

Indikator Penting untuk Kebijakan Publik

Peringkat kesejahteraan keluarga menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan publik. Bayangkan saja, tanpa data yang akurat tentang seberapa sejahtera suatu keluarga, bagaimana mungkin pemerintah bisa membuat program yang tepat sasaran? Data ini membantu dalam mengidentifikasi area mana yang paling membutuhkan intervensi, misalnya program bantuan sosial, peningkatan akses pendidikan, atau fasilitas kesehatan. Dengan begitu, alokasi anggaran bisa lebih efisien dan efektif.

Cerminan Kualitas Hidup Masyarakat

Lebih dari sekadar angka, peringkat kesejahteraan keluarga adalah cerminan langsung dari kualitas hidup masyarakat. Ketika peringkat suatu daerah rendah, itu bisa menjadi sinyal adanya masalah serius seperti kemiskinan, kurangnya akses terhadap layanan dasar, atau ketimpangan sosial. Sebaliknya, daerah dengan peringkat tinggi biasanya menunjukkan masyarakatnya hidup lebih layak, sehat, dan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berkembang.

Dorongan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Peringkat ini juga menjadi pendorong penting bagi pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan kesejahteraan masyarakat tentu tidak akan bertahan lama. Kesejahteraan keluarga yang merata akan menciptakan masyarakat yang lebih stabil, produktif, dan inovatif, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ini adalah lingkaran positif yang saling menguntungkan.

Mengenal Berbagai Metode Penentuan Peringkat Kesejahteraan Keluarga

Menentukan peringkat kesejahteraan keluarga bukanlah perkara mudah. Ada banyak metode dan indikator yang digunakan oleh berbagai lembaga, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Setiap metode punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, serta fokus yang berbeda. Mari kita intip beberapa di antaranya.

Metode Pemerintah: BPS dan Indikator Kesejahteraan Rakyat

Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga pemerintah yang paling sering mengeluarkan data terkait kesejahteraan. BPS menggunakan berbagai indikator yang komprehensif untuk mengukur kesejahteraan rakyat, termasuk keluarga.

1. Pendekatan Garis Kemiskinan

Salah satu pendekatan yang paling umum digunakan BPS adalah garis kemiskinan. Keluarga yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan akan dikategorikan sebagai keluarga miskin. Garis kemiskinan ini dihitung berdasarkan kebutuhan dasar makanan dan non-makanan.

2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Meskipun bukan secara spesifik untuk keluarga, IPM sangat relevan. IPM mengukur kualitas hidup berdasarkan tiga dimensi dasar: harapan hidup saat lahir (kesehatan), rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah (pendidikan), serta pengeluaran per kapita (standar hidup layak). Daerah dengan IPM tinggi cenderung memiliki keluarga yang lebih sejahtera.

3. Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

DTKS adalah basis data yang berisi informasi sosial ekonomi rumah tangga di Indonesia. Data ini digunakan sebagai acuan untuk program-program bantuan sosial pemerintah. Keluarga yang terdaftar dalam DTKS biasanya merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dan membutuhkan bantuan.

Metode Non-Pemerintah: Survei dan Studi Kasus

Selain BPS, banyak lembaga non-pemerintah, seperti lembaga penelitian, universitas, atau organisasi internasional, juga melakukan survei dan studi kasus untuk mengukur kesejahteraan keluarga. Mereka seringkali menggunakan indikator yang lebih spesifik atau pendekatan yang berbeda.

1. Survei Kualitas Hidup

Beberapa lembaga melakukan survei langsung ke rumah tangga untuk mengumpulkan data tentang kualitas hidup, kepuasan, dan akses terhadap layanan. Indikator yang digunakan bisa sangat bervariasi, mulai dari kepemilikan aset, kondisi rumah, hingga persepsi kebahagiaan.

2. Pendekatan Multidimensional Poverty Index (MPI)

MPI adalah pendekatan yang melihat kemiskinan dari berbagai dimensi sekaligus, tidak hanya pendapatan. Dimensi yang umumnya digunakan meliputi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup (akses air bersih, sanitasi, listrik, bahan bakar masak, kepemilikan aset). Keluarga yang kekurangan dalam beberapa dimensi sekaligus akan dianggap miskin multidimensional.

3. Studi Kasus Komunitas

Ada juga pendekatan studi kasus yang fokus pada komunitas tertentu. Metode ini memungkinkan analisis yang lebih mendalam tentang faktor-faktor lokal yang memengaruhi kesejahteraan, seperti tradisi, budaya, atau kondisi geografis. Hasilnya mungkin tidak bisa digeneralisasi ke seluruh Indonesia, tapi sangat berguna untuk intervensi di tingkat lokal.

Indikator-Indikator Kunci Penentu Kesejahteraan Keluarga

Penentuan peringkat kesejahteraan keluarga tidak bisa lepas dari indikator-indikator kunci yang digunakan. Indikator ini adalah "kaca pembesar" yang membantu kita melihat gambaran utuh tentang kondisi suatu keluarga. Tanpa indikator yang tepat, sulit untuk menilai seberapa sejahtera suatu keluarga.

A. Dimensi Ekonomi: Fondasi Kesejahteraan

Dimensi ekonomi seringkali menjadi yang paling pertama terlintas saat berbicara tentang kesejahteraan. Wajar saja, karena pendapatan dan aset memang punya peran besar dalam memenuhi kebutuhan dasar.

1. Pendapatan Per Kapita Keluarga

Ini adalah indikator paling mendasar. Pendapatan total keluarga dibagi dengan jumlah anggota keluarga. Semakin tinggi pendapatan per kapita, semakin besar kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

2. Kepemilikan Aset

Aset bisa berupa tanah, rumah, kendaraan, atau tabungan. Kepemilikan aset menunjukkan stabilitas ekonomi keluarga dan kemampuan mereka untuk menghadapi kondisi darurat atau berinvestasi di masa depan.

3. Tingkat Pengeluaran

Pengeluaran juga menjadi cerminan kesejahteraan. Keluarga dengan pengeluaran yang lebih tinggi untuk kebutuhan non-primer (misalnya rekreasi, pendidikan tinggi) umumnya lebih sejahtera dibandingkan yang hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar.

4. Sumber Penghasilan

Apakah keluarga memiliki sumber penghasilan yang stabil dan beragam? Ketergantungan pada satu sumber penghasilan yang rentan bisa menjadi indikator kerentanan ekonomi.

Baca Juga:  Taspen Konfirmasi Pembayaran Gaji ke-13 dan Tunjangan Pensiun PNS Dilakukan Juni 2026

B. Dimensi Sosial: Jaring Pengaman dan Kualitas Hidup

Kesejahteraan bukan hanya soal uang, tapi juga tentang bagaimana keluarga berinteraksi dengan lingkungan sosialnya dan seberapa baik akses mereka terhadap layanan sosial.

1. Akses Pendidikan

Tingkat pendidikan anggota keluarga, terutama anak-anak, adalah investasi jangka panjang. Akses terhadap pendidikan berkualitas membuka pintu kesempatan yang lebih luas di masa depan.

2. Akses Kesehatan

Ketersediaan dan keterjangkauan layanan kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit, serta partisipasi dalam program jaminan kesehatan, sangat penting untuk menjaga kualitas hidup.

3. Kondisi Perumahan

Rumah yang layak, aman, dan memiliki sanitasi yang baik adalah hak dasar. Kondisi perumahan yang buruk seringkali dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan yang rendah.

4. Akses Air Bersih dan Sanitasi

Air bersih dan sanitasi yang layak adalah prasyarat untuk kesehatan dan kebersihan. Keluarga yang tidak memiliki akses terhadap keduanya rentan terhadap berbagai penyakit.

C. Dimensi Lingkungan: Tempat Tinggal yang Mendukung

Lingkungan tempat tinggal juga punya andil besar dalam menentukan kesejahteraan. Lingkungan yang nyaman dan aman akan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

1. Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal

Apakah lingkungan bebas dari polusi, banjir, atau kejahatan? Lingkungan yang aman dan bersih akan meningkatkan kualitas hidup anggota keluarga.

2. Akses Terhadap Infrastruktur

Ketersediaan infrastruktur dasar seperti listrik, transportasi, dan komunikasi juga penting. Akses yang baik akan mempermudah aktivitas sehari-hari dan membuka peluang ekonomi.

3. Ketahanan Terhadap Bencana

Keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana dan tidak memiliki persiapan yang memadai akan lebih rentan terhadap dampak buruk bencana alam.

Peringkat Kesejahteraan Keluarga di Berbagai Provinsi: Sebuah Gambaran Umum

Melihat peringkat kesejahteraan keluarga di berbagai provinsi bisa memberikan gambaran yang menarik tentang disparitas pembangunan di Indonesia. Data ini, tentu saja, bisa berubah seiring waktu dan tergantung pada metode pengukuran yang digunakan. Namun, secara umum, ada beberapa tren yang bisa kita amati.

Disclaimer: Data mengenai peringkat kesejahteraan keluarga di setiap provinsi bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada periode survei, metodologi yang digunakan, serta perkembangan ekonomi dan sosial di masing-masing daerah. Informasi berikut adalah gambaran umum berdasarkan tren yang sering diamati dari berbagai sumber data pemerintah dan lembaga penelitian. Untuk data paling akurat dan terkini, disarankan untuk merujuk pada publikasi resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) atau lembaga terkait lainnya.

Provinsi dengan Tingkat Kesejahteraan Relatif Tinggi

Umumnya, provinsi-provinsi di bagian barat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatera, seringkali menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Ini tidak lepas dari konsentrasi pusat ekonomi, industri, dan akses terhadap fasilitas umum yang lebih baik.

  • DKI Jakarta: Sebagai ibu kota negara dan pusat ekonomi, Jakarta secara konsisten menempati posisi teratas dalam banyak indikator kesejahteraan, seperti pendapatan per kapita, akses pendidikan, dan fasilitas kesehatan.
  • Jawa Barat: Dengan industri yang berkembang pesat dan jumlah penduduk yang besar, Jawa Barat juga menunjukkan tingkat kesejahteraan yang relatif tinggi, meskipun ada disparitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
  • Kepulauan Riau: Sebagai provinsi kepulauan yang berdekatan dengan negara maju, Kepulauan Riau juga seringkali memiliki indikator ekonomi yang kuat.
  • Bali: Sektor pariwisata yang maju memberikan dampak positif pada pendapatan dan kualitas hidup masyarakatnya.
  • Kalimantan Timur: Kaya akan sumber daya alam, provinsi ini juga menunjukkan indikator kesejahteraan yang baik, terutama di daerah perkotaan.

Provinsi dengan Tingkat Kesejahteraan yang Membutuhkan Perhatian Lebih

Di sisi lain, beberapa provinsi di wilayah timur Indonesia atau daerah yang secara geografis lebih terpencil seringkali menghadapi tantangan yang lebih besar dalam mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi.

  • Papua dan Papua Barat: Kedua provinsi ini seringkali menghadapi tantangan dalam hal akses infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, meskipun kaya akan sumber daya alam.
  • Nusa Tenggara Timur: Kondisi geografis yang kering dan keterbatasan akses terhadap sumber daya seringkali menjadi penghalang bagi peningkatan kesejahteraan.
  • Maluku dan Maluku Utara: Meskipun memiliki potensi kelautan yang besar, tantangan geografis dan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah.
  • Sulawesi Barat: Provinsi ini juga seringkali menunjukkan indikator kesejahteraan yang masih perlu ditingkatkan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Penting untuk diingat bahwa angka-angka ini adalah rata-rata. Di dalam setiap provinsi, pasti ada keluarga yang sangat sejahtera dan ada pula yang masih berjuang. Tantangan utama adalah bagaimana mengurangi kesenjangan ini dan memastikan setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup layak.

Upaya Peningkatan Kesejahteraan Keluarga di Indonesia

Setelah memahami bagaimana peringkat kesejahteraan ditentukan dan melihat gambaran umum kondisinya, pertanyaan selanjutnya adalah: apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkannya? Baik pemerintah, masyarakat, maupun keluarga itu sendiri punya peran masing-masing.

A. Peran Pemerintah: Kebijakan dan Program Inklusif

Pemerintah punya peran sentral dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Ini bukan hanya soal memberi bantuan, tapi juga membangun sistem yang berkelanjutan.

1. Program Bantuan Sosial Tepat Sasaran

Program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) harus terus dievaluasi dan ditingkatkan efektivitasnya agar benar-benar sampai ke keluarga yang membutuhkan.

2. Peningkatan Akses Pendidikan Berkualitas

Pemerintah perlu memastikan setiap anak memiliki akses ke pendidikan yang layak, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Ini termasuk penyediaan fasilitas, guru yang berkualitas, dan beasiswa bagi yang kurang mampu.

3. Pembangunan Infrastruktur Dasar

Pembangunan jalan, jembatan, listrik, air bersih, dan sanitasi di daerah terpencil akan membuka akses ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

4. Penciptaan Lapangan Kerja dan Peningkatan Keterampilan

Pemerintah perlu mendorong investasi yang menciptakan lapangan kerja, serta menyediakan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja agar anggota keluarga bisa mendapatkan penghasilan yang layak.

5. Penguatan Jaminan Kesehatan

Memastikan seluruh masyarakat tercover oleh jaminan kesehatan adalah kunci agar keluarga tidak jatuh miskin karena biaya pengobatan.

Baca Juga:  Anjloknya Harga Emas Global Akibat Tekanan Kenaikan Harga Minyak Dunia Secara Signifikan

B. Peran Masyarakat dan Sektor Swasta: Kolaborasi dan Inovasi

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif dari masyarakat, organisasi sosial, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk melengkapi upaya pemerintah.

1. Program Pemberdayaan Komunitas

Organisasi masyarakat sipil bisa menjalankan program pemberdayaan yang fokus pada peningkatan kapasitas ekonomi keluarga, misalnya pelatihan kewirausahaan, pengelolaan keuangan, atau pengembangan produk lokal.

2. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

Perusahaan swasta bisa berkontribusi melalui program CSR yang fokus pada pendidikan, kesehatan, atau pengembangan UMKM di sekitar wilayah operasional mereka.

3. Inovasi Sosial

Mendorong inovasi sosial yang memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah kesejahteraan, seperti platform edukasi online gratis, aplikasi kesehatan, atau pasar digital untuk produk UMKM.

4. Gerakan Filantropi

Masyarakat mampu bisa berpartisipasi melalui donasi, wakaf, atau menjadi sukarelawan untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

C. Peran Keluarga: Kemandirian dan Perencanaan Masa Depan

Pada akhirnya, keluarga itu sendiri punya peran yang sangat penting dalam menentukan arah kesejahteraan mereka. Kemandirian dan perencanaan adalah kuncinya.

1. Perencanaan Keuangan Keluarga

Mengelola keuangan dengan baik, membuat anggaran, menabung, dan berinvestasi adalah langkah krusial untuk mencapai stabilitas ekonomi.

2. Peningkatan Pendidikan dan Keterampilan Anggota Keluarga

Mendorong setiap anggota keluarga untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan akan membuka peluang yang lebih baik di masa depan.

3. Gaya Hidup Sehat

Menjaga kesehatan dengan pola makan seimbang, olahraga, dan lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko penyakit dan biaya pengobatan.

4. Partisipasi Aktif dalam Komunitas

Terlibat dalam kegiatan komunitas bisa memperluas jaringan, mendapatkan informasi, dan saling membantu antar tetangga.

5. Adaptasi dan Inovasi

Bersikap adaptif terhadap perubahan dan berani mencoba hal baru, misalnya memulai usaha kecil atau mencari sumber pendapatan tambahan, bisa menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan.

Dengan sinergi dari semua pihak, harapan untuk melihat lebih banyak keluarga di Indonesia mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih baik bukanlah sekadar mimpi. Ini adalah tujuan yang realistis dan bisa dicapai.

FAQ Seputar Kesejahteraan Keluarga di Indonesia

Seringkali ada banyak pertanyaan seputar topik kesejahteraan keluarga. Ini dia beberapa pertanyaan umum yang mungkin terlintas di benak banyak orang, beserta penjelasannya.

Apa bedanya kemiskinan dengan kesejahteraan?

Kesejahteraan adalah kondisi di mana individu atau keluarga memiliki kebutuhan dasar yang terpenuhi, akses terhadap layanan sosial, serta memiliki kualitas hidup yang baik secara fisik, mental, dan sosial. Kemiskinan adalah kondisi sebaliknya, yaitu ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Jadi, kemiskinan adalah salah satu indikator rendahnya kesejahteraan. Kesejahteraan lebih luas cakupannya daripada sekadar tidak miskin.

Bagaimana cara mengetahui apakah sebuah keluarga termasuk kategori miskin atau tidak menurut pemerintah?

Pemerintah, melalui BPS, biasanya menggunakan Garis Kemiskinan sebagai patokan. Keluarga yang pengeluarannya per kapita di bawah Garis Kemiskinan akan dikategorikan miskin. Selain itu, ada juga Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berisi daftar keluarga yang dianggap miskin atau rentan miskin dan berhak menerima bantuan sosial.

Apakah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sama dengan tingkat kesejahteraan keluarga?

IPM adalah indikator pembangunan manusia secara umum di suatu wilayah (provinsi/kabupaten/kota), bukan spesifik untuk keluarga. Namun, IPM yang tinggi di suatu daerah cenderung berkorelasi dengan tingkat kesejahteraan keluarga yang lebih baik di daerah tersebut, karena IPM mengukur kesehatan, pendidikan, dan standar hidup yang merupakan komponen penting kesejahteraan.

Mengapa ada perbedaan peringkat kesejahteraan antar provinsi di Indonesia?

Perbedaan ini disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya adalah disparitas pembangunan infrastruktur, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, ketersediaan lapangan kerja, sumber daya alam yang berbeda, hingga kebijakan pemerintah daerah yang bervariasi. Faktor geografis dan sejarah pembangunan juga memainkan peran.

Apa yang dimaksud dengan multidimensional poverty?

Multidimensional poverty atau kemiskinan multidimensional adalah konsep yang melihat kemiskinan tidak hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga dari kekurangan dalam berbagai dimensi kehidupan lainnya. Dimensi ini biasanya meliputi kesehatan (gizi, angka kematian anak), pendidikan (lama sekolah, kehadiran di sekolah), dan standar hidup (akses air bersih, sanitasi, listrik, bahan bakar masak, kepemilikan aset). Sebuah keluarga dianggap miskin multidimensional jika kekurangan dalam sejumlah dimensi tersebut secara bersamaan.

Bagaimana cara keluarga bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri?

Ada banyak cara. Keluarga bisa mulai dengan mengelola keuangan secara bijak, menabung, berinvestasi pada pendidikan anak, menjaga kesehatan, dan aktif mencari peluang untuk meningkatkan pendapatan atau keterampilan. Partisipasi dalam program komunitas juga bisa membantu. Intinya adalah kemandirian dan perencanaan yang matang.

Apakah bantuan sosial dari pemerintah cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga?

Bantuan sosial adalah jaring pengaman yang sangat penting untuk mencegah keluarga jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar. Namun, untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan, bantuan sosial perlu dilengkapi dengan program pemberdayaan yang meningkatkan kapasitas keluarga untuk mandiri secara ekonomi, seperti pelatihan keterampilan atau akses ke modal usaha.

Merajut Asa untuk Kesejahteraan yang Merata

Memahami peringkat kesejahteraan keluarga di Indonesia memang kompleks, tapi sangat penting. Ini bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan dari realitas hidup jutaan keluarga di Tanah Air. Dari pendapatan hingga akses pendidikan, dari kesehatan hingga kondisi lingkungan, setiap indikator punya cerita tersendiri.

Meskipun masih ada tantangan besar, terutama dalam mengurangi disparitas antarwilayah, upaya peningkatan kesejahteraan terus dilakukan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan yang terpenting, peran aktif dari setiap keluarga, adalah kunci untuk merajut asa demi terciptanya kesejahteraan yang lebih merata dan berkelanjutan. Mari bersama-sama menciptakan Indonesia yang lebih baik, di mana setiap keluarga bisa hidup layak dan bermartabat.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Pengkol

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.