Beranda » Bantuan Sosial » Menelusuri Patakbanteng, Desa Wisata BCA yang Berkembang di Kaki Gunung Prau

Menelusuri Patakbanteng, Desa Wisata BCA yang Berkembang di Kaki Gunung Prau

Dieng memang selalu punya pesona yang beda. Udara sejuk, pemandangan spektakuler, dan ketinggian yang membuat siapa pun langsung betah. Tapi di antara semua destinasi di kawasan itu, ada satu tempat yang mulai mencuri perhatian banyak wisatawan: Desa Wisata Patakbanteng. Letaknya di lereng Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Desa ini bukan cuma soal keindahan alam, tapi juga soal kisah perubahan dan keberlanjutan yang dibangun dari bawah.

Patakbanteng kini dikenal sebagai salah satu Desa Bakti BCA hasil binaan program CSR Bank BCA. Tapi bukan cuma itu, desa ini juga masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan bahkan meraih juara 1 di kategori Resiliensi. Prestasi ini nggak datang dari mana saja. Ada perjuangan, ada komitmen, dan tentu saja, ada potensi besar yang akhirnya mulai tergali dan diperkenalkan ke publik yang lebih luas.

Potensi Wisata yang Tersembunyi di Lereng Gunung Prau

Patakbanteng sebenarnya bukan destinasi baru. Tapi selama ini, desa ini lebih dikenal sebagai jalur pendakian ke Gunung Prau. Banyak pendaki yang lewat, tapi nggak banyak yang berhenti lama. Padahal, di balik jalur pendakian yang ramai, ada kehidupan desa yang kental dengan budaya lokal dan potensi wisata yang bisa dikembangkan lebih luas.

Desa ini berada di ketinggian sekitar 2.565 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi oleh Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Dataran Tinggi Dieng, Patakbanteng menawarkan udara sejuk yang berkisar antara 15℃ hingga 25℃. Cocok banget buat yang pengen cari suasana sejuk dan tenang jauh dari hiruk-pikuk kota.

1. Jalur Pendakian Gunung Prau yang Populer

Salah satu daya tarik utama Patakbanteng adalah jalur pendakian Gunung Prau. Jalur ini sangat ramai, terutama saat liburan panjang. Di tahun 2025 saja, desa ini mencatat lebih dari 122.000 kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

2. Basecamp yang Lengkap dan Strategis

Sebelum naik ke puncak, wisatawan wajib mendaftar di basecamp. Basecamp ini jadi pusat informasi, penyewaan peralatan, dan tempat istirahat sebelum pendakian dimulai. Fasilitasnya lengkap, jadi pendaki bisa nyaman dan siap naik ke puncak.

3. Pilihan Penginapan yang Nyaman

Bagi yang ingin menginap, ada sekitar 13 homestay dan cabin yang dikelola warga setempat. Harganya cukup terjangkau, berkisar antara Rp250.000 hingga Rp1.000.000 per malam, tergantung fasilitas. Cocok buat yang pengen merasakan suasana desa yang autentik.

4. Akses yang Mudah dan Terjangkau

Dari Jakarta, wisatawan bisa terbang ke Semarang atau Yogyakarta, lalu lanjut perjalanan darat sekitar 3–3,5 jam. Alternatif lain, bisa naik kereta ke Purwokerto dan dilanjutkan perjalanan darat sekitar 4 jam.

Baca Juga:  Bank Muamalat Gelar Program Qurban Muamalat 2026 dengan Semangat Kemanusiaan dan Kebersamaan Umat Beragama

Wisata Budaya dan Edukasi yang Mengena di Hati

Kalau cuma soal alam, mungkin banyak tempat lain yang lebih eksotis. Tapi yang bikin Patakbanteng spesial adalah kekayaan budayanya. Desa ini masih menjaga tradisi dan nilai-nilai lokal yang kuat, dan itu terasa banget saat berkunjung ke sini.

1. Baritan Terang Bulan: Tradisi Syukur yang Sakral

Salah satu tradisi yang paling menonjol adalah Baritan Terang Bulan. Upacara ini digelar setiap bulan Suro, tepatnya malam ke-10 penanggalan Jawa. Ini adalah bentuk rasa syukur atas hasil panen dan doa untuk keselamatan desa. Ritual ini nggak cuma sakral, tapi juga jadi momen penting dalam kehidupan spiritual masyarakat setempat.

2. Tari Patak Lengger: Warisan Budaya yang Masih Hidup

Tari Patak Lengger juga jadi bagian dari identitas budaya desa. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara adat dan festival budaya. Gerakannya yang dinamis dan penuh makna mencerminkan kebersamaan dan spiritualitas masyarakat Patakbanteng.

3. Wisata Edukasi Carica dan UMKM Lokal

Selain budaya, desa ini juga punya potensi ekonomi yang kuat lewat UMKM. Salah satunya adalah pengolahan buah carica, komoditas khas Dieng. Buah ini diolah jadi manisan yang rasanya segar dan unik. Banyak wisatawan yang beli sebagai oleh-oleh karena rasanya yang khas dan kualitasnya yang terjaga.

Kuliner dan Oleh-oleh Khas Patakbanteng

Kalau sudah ke sini, nggak lengkap rasanya kalau nggak bawa pulang oleh-oleh. Di Patakbanteng, ada banyak pilihan kuliner dan produk lokal yang bisa dibawa pulang.

Produk Unggulan dari Dataran Tinggi Dieng

Produk Deskripsi Harga Perkiraan
Manisan Carica Olahan buah carica khas Dieng, tekstur lembut dan rasa manis segar Rp25.000 – Rp50.000 per pack
Purwoceng Herbal Tea Minuman herbal dari tanaman purwoceng, dikenal sebagai Ginseng Jawa Rp15.000 – Rp30.000 per pack
Keripik Kentang Mustofa Camilan dari kentang kuning Dieng, tekstur renyah dan rasa gurih Rp20.000 – Rp40.000 per pack

1. Carica: Buah Khas yang Jadi Ikon Kuliner

Carica adalah buah endemik Dieng yang sekarang jadi ikon kuliner desa. Rasanya manis, teksturnya lembut, dan sangat cocok diolah jadi manisan. Banyak pelaku UMKM setempat yang sudah sukses memasarkannya ke luar daerah.

2. Purwoceng: Ginseng Jawa yang Kaya Manfaat

Purwoceng dikenal sebagai tanaman herbal yang tumbuh di dataran tinggi. Diolah jadi teh hangat, purwoceng dipercaya bisa meningkatkan vitalitas dan melancarkan peredaran darah. Cocok buat yang pengen bawa oleh-oleh sehat.

3. Kentang Mustofa dan Camilan Lainnya

Kentang kuning dari Dieng punya tekstur yang unik: pulen dan nggak mudah hancur saat dimasak. Jadi cocok banget diolah jadi camilan seperti keripik, perkedel, atau kentang mustofa. Rasa dan kualitasnya memang beda dari kentang biasa.

Baca Juga:  Bank Muamalat Catatkan Pertumbuhan Laba Sebesar 47,5 Persen pada Tahun 2025 Ini

Program Bakti BCA yang Mendorong Perubahan Nyata

BCA nggak cuma bina desa ini lewat program CSR, tapi juga lewat pendampingan yang menyeluruh. Dari peningkatan kapasitas SDM, pengembangan produk wisata, hingga akses pasar. Tujuannya jelas: memastikan bahwa desa ini bisa berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

1. Peningkatan Kapasitas SDM

BCA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga setempat, terutama di bidang pariwisata dan pengelolaan UMKM. Ini penting supaya desa bisa mengelola potensinya dengan lebih baik.

2. Pengembangan Produk Wisata

Dengan strategi yang tepat, BCA membantu desa mengembangkan paket-paket wisata yang menarik. Mulai dari wisata alam, budaya, hingga edukasi. Ini bikin pengalaman wisatawan jadi lebih lengkap dan bermakna.

3. Akses Pasar yang Lebih Luas

BCA juga membantu desa untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara offline maupun online. Ini penting supaya produk-produk lokal bisa dikenal dan dinikmati oleh lebih banyak orang.

Genera-Z Berbakti 2026: Masa Depan Desa yang Lebih Cerah

Salah satu program yang juga bakal berdampak besar ke Patakbanteng adalah Genera-Z Berbakti 2026. Ini adalah program call for proposal untuk mahasiswa/i yang ingin melakukan pengabdian masyarakat di desa binaan Bakti BCA. Salah satu tim yang terpilih bakal melakukan live in dan mengimplementasikan inovasi sosial di desa ini selama sebulan penuh.

Program ini nggak cuma bermanfaat buat desa, tapi juga buat mahasiswa yang pengen belajar langsung dari masyarakat. Kolaborasi antara generasi muda dan desa binaan bisa jadi awal dari perubahan yang lebih besar.


Desa Wisata Patakbanteng memang masih muda dalam dunia pariwisata. Tapi potensinya besar, dan komitmennya kuat. Dengan bantuan program Bakti BCA dan dukungan dari Kemenparekraf, desa ini punya peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi destinasi wisata yang lebih dikenal.

Dari keindahan alam hingga kekayaan budaya, dari kuliner khas hingga tradisi yang masih hidup, Patakbanteng menawarkan pengalaman wisata yang autentik dan bermakna. Cocok banget buat yang pengen cari suasana beda dari wisata alam biasa.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan terkait.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Pengkol

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.