Pesona Desa Wisata Bakti BCA di Belitung memang tak pernah gagal memukau. Dari hutan digital pertama berbasis masyarakat hingga tradisi makan bedulang yang sarat makna, semua hadir dengan nuansa khas Belitung yang autentik. Tempat-tempat seperti Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong bukan sekadar destinasi wisata biasa. Mereka adalah cerita nyata tentang bagaimana masyarakat bisa tumbuh mandiri sambil menjaga alam dan budaya lokal.
Di balik keberhasilan ini, Bank Central Asia (BCA) lewat program Bakti BCA turut memberikan sentuhan penting. Bukan hanya soal pendampingan, tapi juga pemberdayaan ekonomi hingga penguatan destinasi wisata yang berkelanjutan. Hasilnya, desa-desa binaan ini kini jadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menyusuri Bukit Peramun, Hutan Digital Pertama di Indonesia
Bukit Peramun terletak di jantung segitiga wisata Belitung. Tepatnya antara Kota Tanjung Pandan, KEK Tanjung Kelayang, dan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin. Dengan ketinggian 129 meter di atas permukaan laut, tempat ini menawarkan pemandangan alam yang masih sangat alami. Hutan lebat, batu granit khas Belitung, hingga Laut Cina Selatan bisa dinikmati dari sini.
1. Lokasi dan Akses yang Mudah
Bukit Peramun sangat mudah dijangkau. Dari pusat Kota Tanjung Pandan hanya sekitar 20 kilometer, sedangkan dari bandara sekitar 22 kilometer. Jarak yang tidak terlalu jauh membuatnya ideal untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata harian atau pun kegiatan akhir pekan.
2. Sejarah dan Pengelolaan Mandiri
Sejak 2006, kawasan ini dikelola secara mandiri oleh masyarakat melalui kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel. Pada 2017, Bukit Peramun mulai dibuka untuk wisatawan dengan konsep community-based tourism. Fokusnya bukan hanya pada keindahan alam, tapi juga pelestarian lingkungan dan keterlibatan aktif warga lokal.
3. Penghargaan yang Diraih
Bukti nyata dari konsistensi pengelolaan adalah penghargaan yang diraih. Pada 2023, Bukit Peramun dinobatkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh MURI. Tahun sebelumnya, tempat ini juga meraih penghargaan Green Gold dalam ajang ISTA 2019.
4. Kenaikan Jumlah Wisatawan
Angka kunjungan ke Bukit Peramun terus meningkat. Pada 2023, jumlah wisatawan mancanegara mencapai 387 orang. Di tahun 2025, angka itu naik menjadi 485 orang. Sementara wisatawan domestik juga mengalami peningkatan dari 1.356 orang menjadi 1.648 orang.
5. Inovasi Teknologi dalam Wisata
Untuk mendukung pengalaman wisata yang lebih interaktif, Bukit Peramun mengadopsi teknologi digital. Salah satunya adalah aplikasi virtual assistant berbasis Android yang bisa memberikan informasi tentang jenis tanaman di sekitar kawasan. Ada juga virtual guide dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.
Tips Berkunjung ke Bukit Peramun
Berkunjung ke tempat ini memang butuh persiapan matang agar pengalaman lebih maksimal.
1. Lakukan Reservasi Terlebih Dahulu
Untuk menjaga kualitas kunjungan dan keberlanjutan kawasan, pengunjung diwajibkan reservasi melalui situs resmi www.peramun.com. Di sana tersedia berbagai paket wisata yang bisa dipilih sesuai minat.
2. Pilih Waktu Kunjungan Terbaik
Musim kemarau (April hingga September) adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Kegiatan wisata umumnya dilakukan di pagi atau sore hari. Jika ingin melihat tarsius di alam liar atau menikmati langit berbintang, kunjungan sore hari sangat direkomendasikan.
3. Gunakan Pakaian dan Alas Kaki Nyaman
Karena aktivitas di luar ruangan cukup banyak, pakaian dan alas kaki yang nyaman sangat penting. Pastikan juga kondisi fisik dalam keadaan fit dan bawa perlengkapan pribadi seperlunya.
4. Patuhi Panduan Keamanan
Pengelola menetapkan SOP ketat untuk aktivitas trekking. Ikuti panduan keamanan yang diberikan agar kunjungan tetap aman dan menyenangkan.
Menikmati Tradisi Bedulang di Desa Wisata Kreatif Terong
Berbeda dari Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong menawarkan pengalaman budaya yang lebih dalam. Terletak di pesisir pantai utara Kabupaten Belitung, desa ini berjarak sekitar 27,5 kilometer dari bandara. Dengan waktu tempuh berkendara sekitar 40 menit, lokasinya sangat strategis.
1. Wisata Aik Rusa Berehun
Dulunya bekas tambang timah, kini area ini menjadi destinasi wisata produktif. Wisata Aik Rusa Berehun menawarkan berbagai fasilitas seperti warung UMKM, tempat pertunjukan seni, hingga pondok pertemuan. Aktivitas memancing ikan seperti nila, lele, dan patin juga bisa dilakukan di sini.
2. Tradisi Makan Bedulang
Salah satu daya tarik utama di Desa Terong adalah tradisi makan bedulang. Ini adalah tradisi makan bersama khas Belitung yang melambangkan kebersamaan dan persaudaraan. Empat orang duduk bersila mengelilingi satu dulang besar.
Menu dalam bedulang biasanya terdiri dari:
| Menu | Deskripsi |
|---|---|
| Tudung saji merah | Simbol kebersamaan |
| Gangan ikan | Kuah bening dengan ikan segar |
| Ikan bakar | Ikan yang dibakar dengan bumbu khas |
| Ayam kemiri / cumi goreng tepung | Lauk favorit |
| Sambal kicap | Paduan kecap manis dan pedas |
| Sambal serai | Sambal dengan aroma khas serai |
| Lalapan | Sayuran segar pendamping |
Tradisi ini juga mengedepankan sopan santun. Orang yang lebih tua biasanya didahulukan saat makan.
Program Genera-Z Berbakti di Desa Wisata Terong
Pada 2026, Desa Wisata Kreatif Terong dipilih sebagai salah satu lokasi program Genera-Z Berbakti. Program ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang diharapkan bisa membawa inovasi terbaru bagi pengembangan desa binaan Bakti BCA.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga tahun 2026. Data seperti jumlah wisatawan, penghargaan, dan program pengembangan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan di lapangan. Sebaiknya selalu cek informasi terbaru dari sumber resmi sebelum berkunjung.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.
