Banyak perusahaan kini masih menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai bagian dari adaptasi terhadap perubahan kebiasaan kerja pasca-pandemi. Selain manfaatnya bagi kenyamanan karyawan, WFH juga dinilai memiliki dampak terhadap pengeluaran operasional, termasuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Dengan berkurangnya perjalanan dinas harian ke kantor, banyak pihak mulai mempertanyakan seberapa besar efektivitas WFH dalam menekan konsumsi BBM.
Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih dalam karena melibatkan dua aspek penting: produktivitas kerja dan efisiensi biaya. Bukan hanya soal uang, penggunaan BBM yang berkurang juga berdampak pada pengurangan emisi karbon, yang sejalan dengan upaya keberlanjutan lingkungan. Tapi seberapa besar sih penghematan BBM yang bisa dicapai dengan WFH?
Dampak WFH terhadap Penggunaan BBM
WFH secara langsung mengurangi kebutuhan karyawan untuk melakukan perjalanan rutin ke kantor. Ini berdampak langsung pada penggunaan kendaraan pribadi yang umumnya mengonsumsi BBM. Tapi efek ini tidak sama rata di semua sektor. Ada yang lebih terasa, ada juga yang minim pengaruh.
Salah satu studi internal dari perusahaan teknologi di Jakarta mencatat pengurangan pengeluaran BBM hingga 60% selama penerapan WFH penuh. Angka ini bervariasi tergantung lokasi, jarak rumah ke kantor, dan kebijakan transportasi perusahaan.
1. Pengurangan Perjalanan Harian
WFH menghilangkan kebutuhan perjalanan harian ke kantor. Ini berarti kendaraan pribadi tidak digunakan setiap hari seperti biasanya.
2. Penurunan Penggunaan Kendaraan Operasional
Perusahaan yang memiliki armada operasional juga mencatat penurunan penggunaan BBM karena pengiriman dokumen dan pertemuan bisa dilakukan secara digital.
3. Efisiensi Biaya Transportasi Karyawan
Karyawan yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi untuk pergi ke kantor merasakan penghematan langsung. Ini termasuk pengurangan biaya BBM, parkir, dan tol.
Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas WFH dalam Menekan BBM
Tidak semua perusahaan atau individu mendapatkan penghematan BBM yang sama besar. Ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa besar efektivitas WFH dalam menekan penggunaan BBM.
1. Jarak Rumah ke Kantor
Karyawan yang tinggal jauh dari kantor biasanya mengalami penghematan lebih besar karena pengeluaran BBM mereka sebelumnya lebih tinggi.
2. Jenis Kendaraan yang Digunakan
Kendaraan dengan konsumsi BBM tinggi akan menunjukkan penghematan lebih besar dibandingkan kendaraan irit atau hybrid.
3. Kebijakan Transportasi Perusahaan
Beberapa perusahaan memberikan tunjangan transport atau kendaraan dinas. WFH bisa mengurangi penggunaan fasilitas ini, sehingga mengurangi konsumsi BBM secara tidak langsung.
4. Frekuensi Pertemuan Offline
Meski WFH diterapkan, jika tetap ada pertemuan offline rutin, penggunaan BBM belum tentu berkurang signifikan.
Studi Kasus: Perbandingan Penggunaan BBM Sebelum dan Sesudah WFH
Berikut adalah data dari tiga perusahaan berbeda yang menerapkan WFH selama 6 bulan. Data diambil dari catatan pengeluaran BBM kendaraan pribadi karyawan dan kendaraan operasional perusahaan.
| Perusahaan | Rata-rata Penggunaan BBM/Bulan (Sebelum WFH) | Rata-rata Penggunaan BBM/Bulan (Sesudah WFH) | Penghematan (%) |
|---|---|---|---|
| A (Teknologi) | 1.200 liter | 450 liter | 62,5% |
| B (Manufaktur) | 2.500 liter | 1.800 liter | 28% |
| C (Konsultan) | 900 liter | 300 liter | 66,7% |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa sektor teknologi dan konsultan yang lebih bergantung pada kerja intelektual memiliki penghematan lebih besar. Sementara sektor manufaktur yang tetap membutuhkan kehadiran fisik di lapangan menunjukkan penghematan yang lebih kecil.
Tips Meningkatkan Efektivitas WFH dalam Menghemat BBM
Agar WFH benar-benar efektif dalam menekan penggunaan BBM, perlu ada strategi tambahan yang mendukung pengurangan mobilitas.
1. Gunakan Aplikasi Kolaborasi
Dengan aplikasi seperti Zoom, Microsoft Teams, atau Google Meet, pertemuan bisa dilakukan tanpa harus bertemu secara fisik.
2. Jadwalkan Pertemuan Secara Efisien
Hindari pertemuan offline yang tidak terlalu penting. Gabungkan agenda pertemuan agar perjalanan yang dilakukan lebih efisien.
3. Terapkan Kebijakan Transportasi Hijau
Perusahaan bisa mendorong penggunaan transportasi umum atau kendaraan listrik untuk kebutuhan yang tetap memerlukan kehadiran di kantor.
4. Evaluasi Kebutuhan Perjalanan
Lakukan audit rutin terhadap kebutuhan perjalanan karyawan. Apakah semua perjalanan benar-benar diperlukan?
Potensi WFH dalam Jangka Panjang
Jika WFH terus diterapkan dalam jangka panjang, penghematan BBM bisa menjadi salah satu manfaat ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Namun, ini juga tergantung pada seberapa besar porsi kerja yang bisa dilakukan dari rumah.
Perusahaan yang menerapkan hybrid work model pun bisa ikut berkontribusi. Misalnya, dengan membatasi kehadiran karyawan di kantor hanya 2-3 hari per minggu, penggunaan BBM tetap bisa berkurang secara konsisten.
Disclaimer
Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan studi kasus internal dan observasi umum. Nilai penghematan BBM bisa berbeda tergantung kondisi spesifik perusahaan, lokasi, dan kebijakan operasional. Informasi ini dimaksudkan sebagai referensi dan tidak mengikat.
WFH memang bukan solusi universal, tapi dalam konteks penghematan BBM, kebijakan ini terbukti memberikan dampak positif yang tidak bisa diabaikan. Terutama di tengah tantangan biaya hidup dan isu lingkungan yang semakin kritis, setiap langkah kecil bisa menjadi awal dari perubahan besar.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.
