Beranda » Ekonomi Bisnis » Harga Minyak Mendekati Rekor Tertinggi, Daya Beli Masyarakat saat Ramadan Tetap Stabil

Harga Minyak Mendekati Rekor Tertinggi, Daya Beli Masyarakat saat Ramadan Tetap Stabil

Harga minyak dunia kembali menarik perhatian di tengah gejolak politik global. Jumat, 20 Maret 2026, harga minyak bergerak naik setelah laporan menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan penurunan pasukan darat ke Iran. Sentimen ini memicu lonjakan permintaan terhadap komoditas berisiko tinggi seperti minyak mentah.

Sementara itu, masyarakat Indonesia juga tengah mempersiapkan diri menyambut Ramadan. Meski harga energi dunia cenderung fluktuatif, daya beli masyarakat lokal tetap terjaga. Optimisme ini didukung oleh sejumlah kebijakan pemerintah dan kesiapan infrastruktur digital keuangan menjelang momen Lebaran.

Harga Minyak Dunia Dekati Level Tertinggi

Pergerakan harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini cukup mencuri perhatian. Setelah sempat terkoreksi, harga kembali naik tajam karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Investor memperkirakan potensi gangguan pasokan, terutama jika situasi di Iran semakin memanas.

Harga Brent dan WTI, dua jenis minyak acuan global, mencatatkan kenaikan sekitar 2 hingga 3 persen dalam satu pekan terakhir. Angka ini membawa harga mendekati level tertinggi historis yang sempat tercatat di awal tahun.

Namun, perlu diingat bahwa harga minyak sangat rentan terhadap perubahan situasi global. Apalagi, kebijakan moneter bank sentral besar seperti Federal Reserve juga turut memengaruhi arah pergerakan harga energi ini.

Daya Beli Masyarakat Selama Ramadan Tetap Terjaga

Ramadan selalu menjadi momen krusial bagi perekonomian nasional. Namun tahun ini, daya beli masyarakat terlihat tetap stabil meski ada tekanan dari kenaikan harga beberapa komoditas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme bahwa daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 bisa mencapai 5,7 persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tinggi selama Ramadan dan Lebaran.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, seperti penyaluran bantuan sosial dan pengawasan harga kebutuhan pokok. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

1. Kesiapan Infrastruktur Keuangan Menjelang Lebaran

Menjelang Lebaran, kebutuhan likuiditas masyarakat meningkat. Bukan hanya soal uang tunai, tetapi juga akses ke layanan perbankan yang cepat dan aman. Untuk itu, sejumlah lembaga keuangan telah menyiapkan strategi khusus.

Baca Juga:  Indeks Saham Amerika Serikat Mengalami Kenaikan Meskipun Ketegangan Iran Tetap Menjadi Perhatian Investor Global

Bank-bank besar meningkatkan jam operasional mesin ATM dan layanan mobile banking. Selain itu, mereka juga memperkuat tim customer service untuk menangani lonjakan transaksi selama Ramadan.

2. Peningkatan SPKLU untuk Dukung Kendaraan Listrik

PT PLN (Persero) terus memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Saat ini, PLN telah menyiagakan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung transisi energi yang ramah lingkungan. Selain itu, pengguna kendaraan listrik juga semakin dimanjakan dengan fasilitas yang terus ditingkatkan.

3. Harga Emas Antam Stagnan Usai Koreksi

Harga emas batangan dari PT Antam hari ini tercatat stagnan. Setelah sempat turun cukup dalam dua hari sebelumnya, harga emas kini mulai stabil. Butik Emas Antam mencatat harga jual emas tetap di angka Rp 1.980.000 per gram.

Emas tetap menjadi pilihan investasi andalan masyarakat menjelang Ramadan. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk menabung emas atau membeli perhiasan sebagai hadiah Lebaran.

Perbandingan Harga Emas Antam dalam Seminggu Terakhir

Tanggal Harga Jual (Rp/gram) Harga Beli (Rp/gram)
15 Maret 2026 1.990.000 1.970.000
16 Maret 2026 1.985.000 1.965.000
17 Maret 2026 1.975.000 1.955.000
18 Maret 2026 1.970.000 1.950.000
19 Maret 2026 1.980.000 1.960.000
20 Maret 2026 1.980.000 1.960.000
21 Maret 2026 1.980.000 1.960.000

Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Harga Minyak dan Emas

Fluktuasi harga minyak dan emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan pasar. Ada beberapa faktor eksternal yang turut berperan, terutama di tengah ketidakpastian global.

Salah satunya adalah kebijakan moneter bank sentral dunia. Jika Federal Reserve memutuskan menaikkan suku bunga, maka investor cenderung menjauh dari aset berisiko tinggi seperti minyak.

Baca Juga:  Harga Emas Global Mulai Naik, Minat Investor pada Logam Mulia Terus Meningkat

Sementara itu, emas sebagai aset safe haven biasanya akan menguat saat investor mencari perlindungan dari volatilitas pasar. Namun, jika dolar AS menguat, maka harga emas bisa tertekan.

1. Antisipasi Gejolak Global

Investor dan pelaku pasar perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, bisa berdampak langsung pada harga minyak.

2. Kebijakan Domestik yang Mendukung

Di sisi dalam negeri, pemerintah terus mengambil langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Mulai dari pengawasan harga hingga penyaluran bantuan sosial, semua dilakukan secara terukur.

3. Peran Teknologi dalam Distribusi Energi

Teknologi juga berperan penting dalam mendukung distribusi energi. Dengan adanya aplikasi berbasis digital, masyarakat bisa lebih mudah mengakses informasi harga dan lokasi SPKLU terdekat.

Tips Menjaga Daya Beli Selama Ramadan

Menjelang Ramadan dan Lebaran, pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat. Namun, dengan perencanaan yang baik, daya beli bisa tetap terjaga.

Pertama, buat anggaran bulanan yang mencakup kebutuhan pokok, tabungan, dan belanja Lebaran. Kedua, manfaatkan promo dan cashback dari berbagai platform digital. Ketiga, hindari pemborosan dengan membuat daftar belanja yang realistis.

Penutup

Harga minyak yang kembali menguat dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga menunjukkan bahwa perekonomian nasional masih berada di jalur yang stabil. Meski ada tantangan dari luar, kesiapan pemerintah dan masyarakat turut memperkuat ketahanan ekonomi dalam negeri.

Namun, semua informasi harga dan data yang disebutkan dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan yang berlaku.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Pengkol

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.