Beranda » Ekonomi Bisnis » Bitcoin Terpuruk di Level USD71 Ribu Akibat Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi Global

Bitcoin Terpuruk di Level USD71 Ribu Akibat Inflasi dan Ketidakpastian Ekonomi Global

Ilustrasi koin Bitcoin. Foto: Freepik.

Bitcoin tergelincir tajam ke level USD71 ribu dalam perdagangan Rabu waktu New York. Penurunan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi dan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sentimen pasar semakin melemah setelah Federal Reserve (The Fed) menyampaikan pandangan yang menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi. Selain itu, kabar bahwa bursa kripto Kraken menunda debut pasar barunya juga turut memicu tekanan tambahan pada aset berisiko seperti kripto.

Penurunan Harga Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya

Harga Bitcoin sempat menyentuh level mendekati USD76 ribu dalam sesi sebelumnya, namun akhirnya terperosok hingga ke kisaran USD71.004,2. Penurunan ini mencatatkan kerugian sebesar 4,5 persen hanya dalam satu hari perdagangan.

Altcoin juga ikut terpuruk. Ethereum, sebagai aset kripto terbesar kedua, anjlok 6,1 persen hingga menyentuh USD2.188,74. XRP turun 4,2 persen ke level USD1,4631. Sementara itu, Solana dan Cardano masing-masing terperosok 5,2 persen dan 6,0 persen.

Di antara token meme yang populer, Dogecoin juga tak mampu bertahan, tercatat minus 5,7 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak ada aset kripto yang benar-benar aman dari gejolak pasar saat sentimen sedang negatif.

Faktor-Faktor yang Memicu Penurunan Harga Bitcoin

1. Kenaikan Harga Minyak dan Dampak pada Inflasi

Salah satu pemicu utama penurunan harga Bitcoin adalah lonjakan harga minyak global. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Jerome Powell, Ketua The Fed, menyatakan bahwa kenaikan harga energi ini akan mendorong inflasi secara keseluruhan dalam jangka pendek.

2. Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketidakpastian ekonomi juga semakin meningkat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Powell mengakui bahwa dampak jangka panjang dari konflik ini masih sulit diprediksi. Namun, ia menekankan bahwa situasi ini bisa memperumit langkah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Baca Juga:  Indeks Saham Wall Street Terpuruk Akibat Lonjakan Biaya Energi Global

3. Kebijakan Suku Bunga The Fed yang Tetap

Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Dari 12 anggota FOMC, 11 di antaranya sepakat untuk tidak mengubah kebijakan suku bunga. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian bank sentral dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.

4. Penundaan Debut Pasar Kraken

Kabar bahwa bursa kripto Kraken menunda peluncuran pasar barunya juga ikut memicu tekanan pada sentimen investor. Penundaan ini dianggap sebagai sinyal negatif terhadap stabilitas dan kepercayaan terhadap platform kripto.

Pandangan The Fed terhadap Inflasi dan Prospek Suku Bunga

1. Inflasi Diprediksi Mereda Tahun Ini

The Fed memperkirakan bahwa laju inflasi akan mulai melandai sepanjang tahun ini. Namun, kemajuan yang dicatat tidak sebesar yang diharapkan sebelumnya. Powell menyatakan bahwa bank sentral masih berkomitmen untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen.

2. Dua Kali Penurunan Suku Bunga Diperkirakan Tahun Ini

Bank sentral AS memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini. Namun, Powell menegaskan bahwa keputusan tersebut bisa berubah jika inflasi tetap tinggi. “Kami tidak mengikuti jalur yang tetap. Kami akan membuat keputusan berdasarkan setiap pertemuan,” ujar Powell.

3. Penolakan Terhadap Istilah "Stagflasi"

Meskipun tekanan ekonomi terasa, Powell menolak menggunakan istilah “stagflasi” untuk menggambarkan kondisi ekonomi AS saat ini. Menurutnya, stagflasi hanya cocok digunakan untuk situasi yang jauh lebih parah.

Perbandingan Penurunan Harga Aset Kripto Utama

Aset Kripto Harga Sebelumnya Harga Sekarang Persentase Penurunan
Bitcoin ~USD76.000 USD71.004,2 4,5%
Ethereum ~USD2.330 USD2.188,74 6,1%
XRP ~USD1,527 USD1,4631 4,2%
Solana ~USD190 ~USD180 5,2%
Cardano ~USD0,58 ~USD0,545 6,0%
Dogecoin ~USD0,17 ~USD0,16 5,7%

Catatan: Data harga bersifat estimasi berdasarkan pergerakan pasar pada Rabu waktu New York.

Apa Arti Penurunan Ini bagi Investor?

Penurunan tajam ini mencerminkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap faktor makroekonomi global. Investor kini harus lebih waspada terhadap fluktuasi yang bisa terjadi kapan saja, terutama saat ketidakpastian ekonomi sedang tinggi.

Baca Juga:  Harga Minyak Global Naik Tajam, Brent Capai USD102 Per Barel

Namun, bagi investor jangka panjang, koreksi harga seperti ini bisa menjadi peluang untuk membeli aset dengan harga lebih rendah. Yang penting adalah memahami risiko dan tidak terjebak emosi saat pasar sedang volatil.

Tips Menghadapi Volatilitas Pasar Kripto

1. Diversifikasi Portofolio

Jangan terlalu fokus pada satu aset kripto saja. Sebarkan investasi ke berbagai jenis aset untuk mengurangi risiko.

2. Gunakan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)

Alih-alih membeli dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik membeli secara bertahap dalam periode tertentu. Ini bisa membantu meratakan harga beli dan mengurangi risiko timing market.

3. Pantau Sentimen Makroekonomi

Pergerakan kripto kini sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan geopolitik global. Selalu pantau perkembangan dari bank sentral dan isu-isu internasional.

4. Hindari Keputusan Impulsif

Ketika pasar sedang turun, banyak investor panik dan menjual aset dengan rugi besar. Hindari keputusan mendadak dan tetap berpegang pada rencana investasi jangka panjang.

Disclaimer

Data harga dan pergerakan pasar kripto bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makroekonomi global serta faktor eksternal lainnya. Informasi dalam artikel ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan saran investasi finansial.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Pengkol

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.