Beranda » Bantuan Sosial » Desa Bakti BCA Sasar Wisatawan Internasional melalui Pameran Wisata ITB Berlin 2026

Desa Bakti BCA Sasar Wisatawan Internasional melalui Pameran Wisata ITB Berlin 2026

Desa Bakti BCA kembali memperluas sayapnya di kancah pariwisata internasional lewat ajang bergengsi Internationale Tourismus-Börse (ITB) Berlin 2026. Acara yang digelar di Berlin ExpoCenter City, Messe Berlin, Jerman, pada 3-5 Maret 2026 ini menjadi ajang penting bagi tiga desa wisata binaan BCA untuk menawarkan paket wisata mereka ke pasar global. Kehadiran mereka tak hanya simbolis, tapi juga strategis untuk membuka peluang kerja sama dengan agen perjalanan, operator tour, hingga investor dari berbagai belahan dunia.

Ini bukan kali pertama Desa Bakti BCA mengikuti ITB Berlin. Namun, tahun ini mereka datang dengan persiapan yang lebih matang dan visi yang lebih besar. Tujuannya jelas: menarik minat wisatawan mancanegara agar lebih banyak berkunjung ke desa-desa wisata Indonesia yang unik dan bernilai budaya tinggi. Di balik setiap paket wisata yang ditawarkan, ada cerita, tradisi, dan potensi ekonomi lokal yang sedang dibangun.

Mengenal Lebih Dekat Desa Bakti BCA di ITB Berlin 2026

Sebelum masuk ke detail kegiatan di ajang ITB Berlin, penting untuk melihat bagaimana Desa Bakti BCA menjadi wadah bagi desa-desa kecil untuk tampil di panggung internasional. Program ini tidak hanya soal promosi wisata, tapi juga tentang memberdayakan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

1. Delegasi Desa Wisata yang Diusung

Tiga desa menjadi wajah utama Desa Bakti BCA di ITB Berlin 2026:

  1. Desa Wisata Taro – Bali
    Terkenal dengan kebudayaan tradisionalnya, termasuk upacara keagamaan dan seni tari yang masih dilestarikan hingga kini.

  2. Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari – Daerah Istimewa Yogyakarta
    Desa ini menawarkan pengalaman budaya berbasis wayang kulit, seni tradisional yang sudah diakui UNESCO.

  3. Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara – Nusa Tenggara Timur
    Destinasi yang menawarkan eksotisme alam dan kearifan lokal suku Flores, cocok bagi wisatawan pencinta alam dan budaya asli.

2. Paket Wisata Tambahan dari Desa Lain

Selain tiga delegasi utama, ada delapan desa lain yang ikut mempromosikan paket wisatanya, meski secara virtual atau melalui materi promosi. Antara lain:

  • Desa Wisata Hijau Bilebante (NTB)
  • Desa Wisata Dayun (Riau)
  • Desa Wisata Pulau Derawan (Kalimantan Timur)
Baca Juga:  Bank Indonesia Rekam Transaksi Penukaran Uang Capai 1,076 Juta Jiwa Menjelang Idul Fitri 2026

Semua paket ini dirancang untuk menyesuaikan minat wisatawan internasional, mulai dari wisata alam, budaya, hingga edukasi.

Strategi Promosi Desa Bakti BCA di Kancah Global

Menghadapi pasar internasional bukan perkara mudah. Apalagi saat ini persaingan destinasi wisata sangat ketat. Untuk itu, Desa Bakti BCA mengusung pendekatan yang menyeluruh, mulai dari branding hingga kerja sama strategis.

3. Booth Bertema “Tourism Villages by Bakti BCA”

Di lokasi pameran, booth Desa Bakti BCA dirancang dengan konsep yang menarik dan informatif. Tema “Discover #DesaBaktiBCA” menjadi tagline yang digunakan untuk menarik perhatian pengunjung. Booth ini tidak hanya menampilkan brosur, tapi juga video dokumenter singkat, produk UMKM lokal, serta simulasi pengalaman wisata yang bisa langsung dirasakan oleh pengunjung.

4. Kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata

Desa Bakti BCA tidak sendiri dalam misinya. Mereka berada di bawah naungan Paviliun Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Sinergi ini memungkinkan delegasi untuk mendapat dukungan logistik, branding, dan networking yang lebih luas.

5. Target Pasar dan Potensi Pendapatan

Target utama dari kehadiran Desa Bakti BCA adalah menarik agen perjalanan dan operator tour dari Eropa, terutama Jerman, Belanda, dan Skandinavia. Dari hasil ITB Berlin 2025, diketahui bahwa 96 agen perjalanan menyatakan minat, dan realisasinya mencatat hampir 300 kunjungan wisatawan mancanegara. Kontribusi langsungnya pun cukup signifikan: Rp536 juta.

Tahun Jumlah Agen Travel yang Minat Realisasi Kunjungan Pendapatan Langsung
2025 96 ±300 wisatawan Rp536 juta

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung realisasi di lapangan.

Dampak Keikutsertaan Desa Bakti BCA

Keikutsertaan Desa Bakti BCA di ITB Berlin bukan sekadar pameran. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan di desa-desa kecil.

6. Peningkatan Kapasitas SDM Lokal

Salah satu fokus utama dari program ini adalah pelatihan bagi pengelola desa wisata. Mulai dari cara melayani wisatawan internasional, pengembangan produk wisata, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk promosi.

Baca Juga:  BCA Rencanakan Pembagian Dividen Interim Sebanyak Tiga Kali Selama Tahun 2026 Mendatang

7. Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, desa-desa ini bisa meningkatkan pendapatan asli mereka. Baik dari tiket masuk, homestay, jasa pemandu, hingga penjualan produk lokal seperti makanan khas dan kerajinan tangan.

8. Penguatan Branding Nasional

Keberhasilan Desa Bakti BCA di ajang internasional juga berdampak pada citra pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Semakin banyak desa yang dikenal di luar negeri, maka semakin besar pula daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata yang beragam dan otentik.

Tanggapan dari Pemerintah dan Stakeholder

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan apresiasi atas komitmen BCA yang terus mendampingi desa wisata. Menurutnya, sinergi seperti ini adalah kunci untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Antonius Widodo Mulyono, Direktur BCA, menegaskan bahwa partisipasi di ITB Berlin adalah bentuk komitmen BCA dalam menciptakan nilai bersama. BCA tidak hanya berfokus pada profit, tapi juga pada dampak sosial yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Desa Bakti BCA di ITB Berlin 2026 bukan sekadar tampil mempromosikan destinasi. Mereka membawa harapan baru bagi desa-desa kecil yang punya potensi besar, tapi kurang akses ke pasar global. Dengan strategi yang tepat dan dukungan yang kuat, destinasi-destinasi ini punya peluang besar untuk bersinar di mata wisatawan mancanegara.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Data seperti jumlah kunjungan, pendapatan, dan peserta dapat berubah tergantung realisasi di lapangan.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Pengkol

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.