Ilustrasi THR dan emas Antam jadi sorotan utama dalam berita ekonomi terpopuler pekan ini. Banyak orang menantikan kabar pencairan THR ASN menjelang Idulfitri 2026, sementara di sisi lain harga emas Antam turun cukup signifikan, memberi peluang menarik bagi pembeli.
Berita lain yang mencuri perhatian adalah kesiapan BRI menyalurkan uang tunai hingga Rp25 triliun selama Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, lonjakan harga minyak dunia terus jadi perhatian karena potensi dampaknya terhadap ekonomi nasional.
THR ASN 2026 Sudah Cair Bertahap
Pencairan THR ASN 2026 mulai bergulir dan menjadi sorotan utama. Banyak ASN, TNI, dan Polri sudah mulai mengecek rekeningnya secara berkala. THR ini bukan cuma hak pekerja, tapi juga bagian dari kewajiban hukum yang harus dipenuhi instansi menjelang hari raya keagamaan.
Pemerintah memastikan pencairan dilakukan bertahap agar bisa berjalan lancar. Meski begitu, sebagian besar ASN mengaku belum menerima THR hingga awal Maret 2026. Ada beberapa faktor yang memengaruhi, termasuk proses administrasi dan anggaran di tiap instansi.
1. Cek Jadwal Pencairan THR di Instansi Masing-Masing
Setiap instansi punya jadwal pencairan THR yang berbeda-beda. ASN disarankan untuk mengecek langsung ke bagian keuangan atau situs resmi kantor. Biasanya, informasi pencairan THR akan diumumkan paling lambat dua minggu sebelum Idulfitri.
2. Pastikan Data Rekening Aktif dan Valid
Sebelum THR cair, pastikan data rekening yang terdaftar di sistem kepegawaian sudah benar. Kesalahan data bisa menyebabkan THR tidak cair atau masuk ke rekening yang salah. Jika ada perubahan rekening, segera laporkan ke bagian SDM.
3. Hubungi Admin Keuangan Jika THR Tidak Cair
Jika melewati batas waktu pencairan dan THR belum juga masuk, segera hubungi admin keuangan instansi. Bisa jadi ada kendala teknis atau data yang belum lengkap. Jangan menunggu terlalu lama karena biasanya ada tenggat waktu klaim ulang.
Harga Emas Antam Turun, Diskon Hingga Rp21 Ribu
Harga emas batangan Antam kembali turun cukup signifikan. Pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, harga emas turun sekitar Rp21 ribu per gram. Penurunan ini memberi peluang baik bagi masyarakat yang ingin membeli emas sebagai investasi atau tabungan.
Harga emas yang lebih terjangkau bisa menarik lebih banyak pembeli, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk membeli emas sebagai hadiah atau simpanan nilai.
Faktor Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas Antam dipengaruhi oleh beberapa faktor global dan lokal. Di pasar internasional, harga emas juga sedang mengalami koreksi. Sementara di dalam negeri, kebijakan Antam untuk menyesuaikan harga jual dengan pasar global turut memengaruhi tren ini.
Perbandingan Harga Emas Antam Sebelum dan Sesudah Penurunan
| Tanggal | Harga Emas Antam (per gram) |
|---|---|
| 11 Maret 2026 | Rp3.042.000 |
| 12 Maret 2026 | Rp3.031.000 |
| 13 Marez 2026 | Rp3.021.000 |
Catatan: Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Harga Perak Antam Juga Turun
Tak hanya emas, harga perak Antam juga mengalami penurunan. Pada hari yang sama, harga perak murni turun ke level Rp53.150 per gram. Meski tidak sebesar emas, penurunan ini tetap memberi peluang bagi investor kecil yang tertarik pada logam mulia.
Perak sering dianggap sebagai alternatif investasi yang lebih terjangkau. Harganya yang lebih murah membuat masyarakat bisa mulai berinvestasi dengan modal kecil. Penurunan harga kini bisa jadi momen yang tepat untuk membeli perak sebagai bagian dari portofolio investasi.
BRI Siapkan Uang Tunai Rp25 Triliun untuk Ramadan dan Idulfitri
Bank BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Alokasi ini disesuaikan dengan proyeksi lonjakan transaksi yang terjadi setiap tahun di periode tersebut.
Langkah ini juga mendukung kebutuhan masyarakat yang masih banyak yang menggunakan uang tunai, terutama di daerah-daerah tertentu. Selain itu, BRI juga memperkuat sistem digital agar transaksi tetap aman dan cepat.
1. Peningkatan Layanan ATM dan Kantor Cabang
BRI menambah kapasitas ATM dan menyiapkan stok uang tunai di seluruh cabang. Tujuannya agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat menarik uang atau melakukan transaksi lainnya.
2. Dukungan untuk Transaksi Digital
Meski uang tunai tetap disiapkan, BRI juga mendorong penggunaan transaksi digital. Fitur QR Code, mobile banking, dan e-wallet terus dikembangkan agar lebih mudah digunakan.
3. Penyesuaian dengan Kebutuhan Lokal
Setiap wilayah punya pola transaksi yang berbeda. BRI melakukan penyesuaian alokasi uang tunai berdasarkan data historis dan proyeksi kebutuhan lokal.
Lonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Perhatian
Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan di Timur Tengah jadi perhatian serius. Lonjakan ini bisa berdampak pada harga energi dalam negeri, termasuk BBM dan listrik.
Pemerintah terus memantau situasi ini dan menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya adalah diversifikasi energi dan peningkatan cadangan minyak nasional.
Dampak Lonjakan Harga Minyak
- Inflasi bisa naik karena kenaikan harga transportasi dan produksi.
- Anggaran subsidi energi bisa membengkak.
- Masyarakat perlu siap menghadapi kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Kesimpulan
THR ASN 2026 mulai cair, harga emas dan perak Antam turun, dan BRI siapkan uang tunai besar-besaran menjelang Ramadan dan Idulfitri. Semua ini menunjukkan aktivitas ekonomi menjelang Idulfitri 2026 sedang meningkat.
Namun, lonjakan harga minyak dunia juga jadi tantangan. Masyarakat dan pemerintah perlu siap menghadapi berbagai perubahan ekonomi yang terjadi secara global.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga 13 Maret 2026. Harga emas, perak, dan THR dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan pemerintah.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.
