Beranda » Bantuan Sosial » Permata Bank (BNLI) Catat Pertumbuhan Kredit Hingga Rp163,3 Triliun di Tahun 2025

Permata Bank (BNLI) Catat Pertumbuhan Kredit Hingga Rp163,3 Triliun di Tahun 2025

Permata Bank (BNLI) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, dengan laba bersih mencapai Rp3,6 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang solid di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Pencapaian ini disampaikan langsung dalam sesi paparan publik yang digelar di Jakarta, dengan hadirnya jajaran direksi dan ekonom senior bank tersebut.

Pertumbuhan pendapatan total bank juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun. Salah satu pendorong utamanya adalah kenaikan pendapatan non bunga yang melonjak hingga 34,1 persen, mencatatkan angka Rp2,6 triliun. Kenaikan ini menunjukkan diversifikasi pendapatan bank yang semakin luas, tidak hanya bergantung pada margin bunga saja.

Kinerja Keuangan dan Neraca yang Stabil

Permata Bank menunjukkan performa yang kuat di sisi neraca. Total aset bank naik 3,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi mencapai Rp268,3 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3,9 persen YoY, mencatatkan angka Rp192,8 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan Current Account and Savings Account (CASA) sebesar 20,1 persen, sehingga rasio CASA naik menjadi 63,9 persen.

  1. Pendapatan Non Bunga Naik Tajam

    • Pendapatan non bunga mencapai Rp2,6 triliun
    • Pertumbuhan sebesar 34,1 persen dari tahun sebelumnya
  2. Peningkatan DPK dan CASA

    • DPK tumbuh menjadi Rp192,8 triliun
    • CASA naik 20,1 persen, rasio mencapai 63,9 persen
  3. Laba Bersih Mencapai Rp3,6 Triliun

    • Laba setelah pajak tercatat sebesar Rp3,6 triliun
    • Menunjukkan konsistensi dalam menjaga profitabilitas

Likuiditas dan Permodalan yang Kuat

Permata Bank menjaga likuiditas dan permodalan yang kuat meski berada di tengah ketidakpastian ekonomi global. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat di level 84,5 persen, menunjukkan bahwa bank memiliki buffer likuiditas yang cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit.

  1. Liquidity Coverage Ratio (LCR)

    • Rata-rata LCR mencapai 296,5 persen
    • Jauh di atas batas minimum 100 persen
  2. Net Stable Funding Ratio (NSFR)

    • NSFR mencapai 126,8 persen
    • Menunjukkan ketersediaan dana stabil jangka panjang
  3. Capital Adequacy Ratio (CAR)

    • CAR mencapai 34,6 persen
    • CET1 Ratio sebesar 26,6 persen, salah satu yang tertinggi di antara bank swasta nasional
Baca Juga:  Memahami Dampak Suku Bunga Tinggi pada Deposito agar Investasi Tetap Menguntungkan

Penyaluran Kredit Tembus Rp163,3 Triliun

Penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 5,5 persen secara tahunan (YoY) menjadi mencapai Rp163,3 triliun. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh segmen korporasi yang naik 11,2 persen YoY, mencatatkan angka Rp99,6 triliun. Segmen ini menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan kredit bank.

  1. Total Penyaluran Kredit

    • Mencapai Rp163,3 triliun
    • Tumbuh 5,5 persen YoY
  2. Kredit Korporasi

    • Naik 11,2 persen menjadi Rp99,6 triliun
    • Menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit
  3. Kualitas Kredit Terjaga

    • NPL Gross stabil di level 2,1 persen
    • Loan at Risk (LAR) turun menjadi 6,3 persen

Strategi Pengelolaan Risiko dan Pencadangan

Permata Bank tetap menjaga prinsip pengelolaan risiko yang ketat. Bank mempertahankan tingkat pencadangan yang konservatif untuk mengantisipasi potensi risiko kredit di masa depan. Rasio NPL Coverage mencapai 356 persen, sedangkan LAR Coverage berada di level 118 persen.

  1. NPL Coverage Ratio

    • Mencapai 356 persen
    • Menunjukkan tingkat keamanan yang tinggi terhadap kredit macet
  2. LAR Coverage Ratio

    • Berada di level 118 persen
    • Mendukung mitigasi risiko kredit bermasalah
  3. Penyelesaian Kredit Bermasalah

    • Dilakukan melalui restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset
    • Langkah proaktif untuk menjaga kualitas portofolio kredit

Pandangan ke Depan: Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Permata Bank optimis terhadap prospek pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Dengan dukungan penuh dari Bangkok Bank, bank berkomitmen untuk terus menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan. Fokus utama tetap pada penguatan layanan nasabah serta pemanfaatan teknologi untuk efisiensi operasional.

Bank juga terus mengembangkan layanan digital yang responsif terhadap kebutuhan nasabah ritel maupun korporasi. Pendekatan yang customer-centric ini menjadi salah satu pilar utama dalam strategi jangka panjang bank.

Struktur permodalan yang kuat dan likuiditas yang mencukupi memberikan fondasi yang kokoh bagi ekspansi bisnis. Dengan rasio CAR dan CET1 yang berada di level tinggi, Permata Bank siap menghadapi berbagai tantangan di industri perbankan yang terus berkembang.

Baca Juga:  DBS Foundation Cairkan Dana Rp11,2 Miliar untuk Dukung Lima Perusahaan Sosial dan UMKM Berdampak Positif

Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan Permata Bank 2025

Indikator Nilai Pertumbuhan YoY
Laba Bersih Rp3,6 triliun
Total Pendapatan Rp12,6 triliun +3,8%
Pendapatan Non Bunga Rp2,6 triliun +34,1%
Total Aset Rp268,3 triliun +3,6%
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp192,8 triliun +3,9%
CASA Ratio 63,9% +20,1%
Penyaluran Kredit Rp163,3 triliun +5,5%
Kredit Korporasi Rp99,6 triliun +11,2%
NPL Gross 2,1% Stabil
LAR 6,3% Membaik
CAR 34,6% Kuat
CET1 Ratio 26,6% Sangat Kuat

Disclaimer

Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari paparan publik Permata Bank tahun 2026. Angka-angka tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi makro, regulasi, dan faktor eksternal lainnya. Informasi ini dimaksudkan untuk tujuan informasi umum dan tidak dianggap sebagai nasihat keuangan atau investasi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Pengkol

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.